Harimanado.com – Bandara Internasional Soekarno-Hatta diduga melonggarkan pemeriksaan kelengkapan administrasi wajib terhadap penumpang maskapai.
Imbasnya, Sulawesi Utara diduga bobol oleh pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal yang terindikasi reaktif hasil pemeriksaan rapid test onsite di terminal kedatangan Bandara Sam Ratulangi Manado.
Informasi diperoleh Jumat (22/5), sekira 15 penumpang maskapai Batik Air rute Cengkareng-Manado sudah terindikasi mengidap virus corona atau Covid-19.
“Saat landing di Bandara Sam Ratulangi pada pukul 10.35 Wita, para penumpang tersebut langsung dilakukan rapid test oleh KKP. Hasilnya, reaktif,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasikan.
Lanjutnya, ke-15 penumpang tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Yaitu PCR dan sampel akan diambil oleh Dinas Kesehatan Sulut.
Pesawat akan dilakukan penyemprotan desinfektan oleh tim KKP. Estimasi penyemprotan kurang lebih 90 menit, dan 120 menit setelah penyemprotan “Total, proses ini memakan waktu kurang lebih 210 menit sehingga mengakibatkan expect delay ID6281 std (schedule time departure) 15.00,” sebut sumber.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak KKP Manado terkait itu, belum mendapat respon oleh Kepala KKP Manado Yohanis Patari.
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH membenarkan adanya 15 penumpang Batik Air dikarantina di rumah singgah Balai Diklat Maumbi untuk diobservasi lebih lanjut. (rry/An1)















