Harimanado – Setelah terkonfirmasi terjangkit virus corona, sejumlah warga mempertanyakan penanganan lebih lanjut lokasi terhadap tempat tinggal lelaki berinisial Hi B (51), warga Kecamatan Bunaken, Kota Manado.
Informasi terpercaya diperoleh, pasien tersebut sebelumnya telah memeriksakan diri berbagai fasilitas kesehatan. Awalnya di Klinik M, di Kelurahan M, Kecamatan Tuminting, dengan keluhan gagal ginjal.
Setelah diperiksa di Klinik M, selanjutnya pasien memeriksakan diri di RS TNI Wolter Monginsidi Teling dan lanjut ke RS Pancaran Kasih di Jalan Samratulangi Manado.
Di RS Pancaran Kasih, pasien diopname selama dua hari dengan perawatan seperti biasa dilaksanakan para perawat maupun dokter.
“Pasien tidak memberitahukan riwayat perjalanan bahwa yang bersangkutan baru selesai melakukan perjalanan ibadah umroh di Mekkah, Arab Saudi,” ujar sumber ini, sembari meminta namanya dirahasiakan.
Namun setelah kondisi pasien berangsur-angsur menunjukkan gejala mengarah pada Covid-19, maka pasien dirujuk ke RSUP Kandou Manado. Setelah dilakukan isolasi barulah pasien mengakui bahwa dirinya belum lama kembali dari Arab Saudi.
Perjalanan ibadah umroh tersebut diakui juga oleh Pimpinan Ponpes Hi MA di Bailang, yang sama-sama umroh dengan pasien.
“Kalau tidak keliru, pak Hi B tiba di Manado pada 4 Maret 2020. Sempat dua hari nginap di Jakarta bersama keluarganya. Kami berbeda rombongan saat pulang tanah air,”tandasnya
Pasien Hi B mengidap penyakit diabetes dan dibantu kursi roda saat ibadah umroh,” tutur MA.
Kabid Pelayanan Medik RSUP Prof Kandou mengakui, pasien lelaki paruh baya tersebut masuk ke RSUP Prof Kandou pada 9 Maret 2020 lalu.
“Setelah dua kali pemeriksaan spesimen di Litbangkes Kemenkes menyatakan yang bersangkutan positif Covid-19, semua Protap isolasi dilakukan bagi pasien dan keluarga sampai sembuh,” imbuh Takasenseran, Sabtu (14/3) sore. (tr-01/HM)















