Harimanado.com, MANADO–Ditetapkannya Upah Minimum provinsi (UMP) menuai banyak tangggapan. Namun pakar ekonomi Sulut Frederik G Worang PHd, MSc menilai langkah Pjs Gubernur Sulut tak menaikan nilai UMP itu sangat bijak. Karena dengan situasi pandemik covid 19 banyak perusahaan yang gulung tikar.
“Tapi perlu digaris bawahi biar tidak naik. Namun nilai UMP Sulut tetap nomor tiga di Indonesia. Jadi nilainya tetap tinggi, “kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat ini.

Doktor lulusan Australia ini menilai tak berarti bila pemerintah menaikkan UMP tapi pihak perusahaan tak mampu membayar gaji. Imbasnya akan ada pengurangan karyawan dan bakalan banyak perusahaan tak membuka lowongan kerja. Ini semua diakibatkan pihak perusahaan tak mampu membayar gaji.
“Lebih baik dengan nilai tetap tapi perusahaan tetap beroperasi dan karyawan pun aman. Jadi saya menilai kajian yang dilakukan pemerintah sudah tepat, “terangnya.
Worang pun meminta dinas terkait harus menyiapkan training untuk angkatan kerja. Hal ini supaya bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Contohnya Jawa, Bali dan Sumatra mereka sudah sering ikut pelatihan.”Karena itu diminta sinergitas antara pemerintah dan perusahaan untuk menggelar pelatihan lewat bantuan CSR. Jadi ada pelatihan untuk komunitas sekitar,”tukasnya.
Terpenting kata Worang pemerintah harus rajin mengontrol kepada semua perusahaan soal pembayaran gaji apakah sudah standar UMP. “Ada tim yang datang kontrol untuk lihat pembayaran gaji. Kalau mau bagus contohi perusahaan di luar negeri, “tandasnya. (tra)















