AMURANG- Aksi ‘bersih-bersih’ digelar Pemkab Minahasa Selatan (Minsel).
Aksi pertama mengaudit kendaraan dinas (Kendis).
Bupati Franky D Wongkar dan Wakil Bupati Petra Y Rembang didampingi Sekdakab Denny Kaawoan dan kepala Inspektorat Hendra Pandeynuwu mengumpulkan semua Aset Bergerak Kendis di Lapangan Kantor Bupati, Rabu (3/3).
Langkah cepat dilakukan FDW-PYR lantaran ada kendis hilang. Bahkan diduga ada yang menggadaikan BPKP Kendis.

Hasil pemeriksaan ditemukan ada pejabat menggunakan dua Kendis (jenis mobil). Ada pejabat sudah gunakan mobil tapi juga kendaraan roda dua.
Ironinya lagi Kendis Kadis Perdagangan sudah lama rusak. Setahun lebih diperbaiki di bengkel di Kotamobagu.
“Ada rusak karena lumpur dan terendam air pak,” begitu jawab kadis.
“Ha, memang di sini (Minsel,red) tidak ada bengkel. Memang kendaraan pakai dimana jual pisang disana atau?,” cetus Bupati Wongkar yang mendengarkan penjelasan pejabat tersebut sangat kaget.
Sambil melanjutkan pemeriksaan Wongkar menegaskan penggunaan kendaraan dinas dilakukan untuk tugas bukan untuk hal- hal lain.
“Yang sudah dua kendaraan harus ditarik. Masih banyak pejabat lain yang tidak dapat kendaraan, malahan lain sudah dua,” ujar Wongkar kepada Kabid Aset Ischaall Bangki.
Dalam kesempatan itu juga semua yang memakai kendaraan dinas didata dan diperiksa langsung oleh FDW-PYR. Fisik dan dokumen Kendis termasuk pajak diperiksa.
“Kalau ada kendaraan rusak harus ditarik jangan simpan di rumah,” tandas Bupati Wongkar.
“Apalagi kalau sampai ketahuan ada mesin-mesin kendaraan sudah diganti. Cari semua kendaraan dinas yang terdata milik pemerintah. Jika ada hilang cari sampai dapat,” ucap Wongkar suami tercinta Elsye Rosye Sumual ini.
Lebih lanjut Wongkar juga mengingatkan semua kepala SKPD bahkan pengguna Kendis baik roda empat dan dua harus memperhatikan pembayaran pajak kendaraan.
Soal penggunaan nomor polisi Kendaraan, bupati pilihan rakyat ini juga menginstruksikan supaya harus menggunakan nomor polisi sesuai dengan jabatan yang ada. “Nomor polisi kendaraan pejabat itu akan menunjukkan siapa pengguna kendaraan tersebut. Jadi harus ikut ketentuan yang berlaku,” tuturnya mengingatkan pada bagian aset lantaran nomor polisi Kendis pejabat masih menggunakan empat nomor.
Di tempat terpisah Kabid Aset Ischaall Bangki menjelaskan, belum mengetahui jumlah Kendis yang diperiksa. Itu karena pemeriksaan Kendis masih akan berlanjut sampai akhir pekan. “Yang pasti semua kendaraan yang masuk dalam daftar aset akan di periksa,” tegasnya.
Dijelaskan, sesuai instruksi bupati, pejabat yang menggunakan Kendis lebih dari satu akan ditarik. Begitu juga Kendis yang dikatakan rusak juga akan ditarik. “Tak ada terkecuali soal ini, semua aset akan diperiksa. Begitu juga dengan pembayaran pajak kendaraan,” tandasnya.
Sementara itu Sekdakab Minsel Denny Kaawoan juga menyatakan akan mengikuti penegasan dari Bupati Franky D Wongkar dan Wakil Bupati Petra Y Rembang. “Kendaraan rusak akan ditarik begitu juga untuk penggunaan nomor polisi akan mengikuti petunjuk penggunaannya,” jelas Kaawoan ditemui di ruang kerjanya.
Lantas bagaimana dengan dugaan ada Kendis hilang atau digadaikan? Soal ini Kaawoan menepis kabar tersebut.
Menurutnya, tidak mungkin ada pejabat yang menggadaikan surat BPKB mobil. “Sudah terlalu itu dan tidak mungkin demikian. Dan jika ditemukan ada kendaraan yang hilang maka hang paling bertanggung jawab adalah pengguna kendaran itu,” tegasnya. (vis)















