Harimanado.com – Berbagai opini digiring ke masyarakat untuk menyalahkan lembaga DPRD karena APBD Perubahan Manado tak dibahas.
Padahal, jika melihat kronologis, pihak Pemkot Manado yang harus disebut gagal karena APBD-P tak dibahas.
“Seharusnya ini merupakan kegagalan pemerintah Kota Manado sebagai pengguna anggaran,” kata Anggota Badan Anggaran DPRD Manado, Jimmy Gosal.
Menurutnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Manado sendiri yang tidak komitmen dengan kesepakatan awal saat rapat Badan Musyawarah.
“Kan sudah disepakati sebelum dilakukan paripurna bahwa APBD-P akan dibahas usai paripurna, tapi tidak dimasukkan pinjaman 300 Miliar. Pak Sekkot hadir dan sepakat,” ujarnya.
Menurutnya, saat paripurna juga, Wali Kota Manado dalam penyampaian nota pengantar, tidak menyampaikan pinjaman itu.
“Nah, kan aneh saat mulai pembahasan, pinjaman itu masih ada di draf KUA PPAS. Banggar minta diubah dan dikeluarkan dulu pinjaman itu, baru kemudian lanjut bahas. Tapi pihak pemkot yang tak mau,” sesalnya.
Jadi, lanjut dia, jangan salahkan DPRD atau fraksi. Karena sudah jelas TAPD yang tak komitmen. Dan juga Banggar sarankan nanti pinjaman itu dimasukkan di APBD Induk.
“Kan gampang sebenarnya. Jika dikatakan bahwa tidak perlu ada persetujuan DPRD untuk pinjaman itu, nah, silahkan pisahkan saja. Kemudian kita bahas APBD-P. Simple kan. Tapi pemkot yang tak mau,” jelasnya. (An1)















