Harimanado.com, MINUT–Setiap hari warga Nyiur Melambai Sulawesi Utara (Sulut) mendengar adanya penambahan pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini mendorong berbagai pihak untuk segera menutup sementara akses masuk ke Provinsi Sulut di semua kabupaten/kota yang ada, dan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Wilayah Teritorial Sulawesi Utara (GMBI Wilter Sulut), Howard Hendrik Marius angkat bicara.
“Sampai saat ini, dari data yang kami kantongi, di Sulawesi Utara terdapat 8 orang yang positif Covid 19. Dari 8 orang yang positif virus corona, 7 orang terjangkit dari luar daerah dan masuk ke Sulawesi Utara, kalau ada akses penutupan sementara, kami yakin penyebaran dari luar daerah tak terjadi,” tegas Howard, Rabu (8/4).
Jika penderita terus meningkat, lanjut Howard, otomatis pemerintah harus memutus mata rantai penularan, yang tentunya berasal dari luar daerah, dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Kami meminta kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey untuk segera mengajukan PSBB kepada Menteri Kesehatan dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar ada dasar hukum, tidak disalahkan dan tidak melanggar wewenang pemerintah pusat dalam menutup akses darat, laut dan udara bagi orang bukan untuk logistik, dalam melindungi masyarakat Sulut dari kematian diakibatkan Covid 19,” tukas Howard.
Lanjutnya, upaya konkrit pemerintah dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran tidak akan maksimal jika himbauan masyarakat untuk tinggal dirumah selama 14 hari namun akses dari luar terbuka lebar yang sangat berpotensi virus corona terus masuk di Sulut dari luar yang sudah terdampak. Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 1 jelas maknanya dikatakan, Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah‑Nya yang wajib dilindungi oleh negara dan pemerintah.
“Kalau PSPB ini dilakukan setidaknya pemerintah sudah melindungi dan menyelamatkan rakyat atau masyarakatnya dari kematian akibat Covid 19 itu,” jelas Howard, aktivis yang telah melakukan berbagai kegiatan sosial dalam pencegahan penyebaran Covid 19 seperti penyemprotan disinfektan dan sejumlah kegiatan lainnya.(fjr)













