Juara 1-2 Catur Armada Chess Tournament Bukan Unggulan, Master Percasi Beri Apresiasi

Harimanado.com, MANADO- Turnamen Catur Armada 1 2025 (Armada Chess Tournament) diluar dugaan menarik perhatian orang banyak. Lebih khusus para pecinta olah raga catur di Manado.

Kejuaraan amatir kelas kampung ini berhasil digelar selama dua hari, mulai Jumat malam (2/05/2025), berakhir Sabtu tengah malam (3/5/2025).

Bacaan Lainnya

“Kita sengaja gelar malam hari di akhir pekan. Supaya para peserta bisa konsentrasi di acara ini,”kata tim penyelenggara Ronny Thaib Sabtu tengah malam.

Menurut panitia, banyak pecatur amatir ingin berpartisipasi di turnamen yang diinisiasi dua tokoh Manado Tauhid Arief (direktur utama Malut Post) dan Hi Abid Takalamingan (direktur utama ATimes).
Tapi tim kerja turnamen membatasi peserta khusus para pengunjung setia Caffe Armada, di Kelurahan Kampung Islam, Kecamatan Tuminting.

“Ada juga pengunjung tetap tapi tidak dibolehkan ikut, lantaran kemampuan bermain di atas yang lain. Apalagi mereka pernah dapat gelar master,”kata Tauhid Arief.

Ada 20 pecatur amatir yang dipilih. Termasuk para penginisiator seperti Abid Takalamingan, Tauhid Arief, Mazhabullah Ali. Kemudian ada ustaz Azis Daipaha, pensiunan Disparbud Sulut Alan, Mat Nur Bongkang, om Yusuf, Sigit, Rizal Ahmad, Kandi Harmain, aba Said, Rafli Ambere Atilu, Cipto, coach Jefrey Yunus, Fahmi Isa, Bolong Masagu, Hendra Mukhsin, Ramli, Chrestony dan Karim

“Para inisiator sepakat turnamen ini dibatasi peserta yang sering berkunjung di Caffe Armada,”ujar Abid Takalamingan di sela sela penutupan sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang.

Untuk sistem pertandingan menggunakan stengah kompetisi dibagi dalam 4 grup. Masing masing grup diisi lima peserta. Di penyisihan grup permainan 1/2 babak dengan waktu 20 menit.

Meski turnamen mini amatir, tapi suasana pertandingan begitu seru dan menegangkan penonton. Terjadi persaingan ketat di grup B dan C. Dan kejutan demi kejutan terjadi di babak penyisihan grup.

Di antara para penonton ada master catur dari Percasi Manado Bahrun (om Run) Harmain dan Mochtar Sigar. Keduanya dianggap punya kemampuan di atas peserta lainnya.

“Saya senang menyaksikan pertandingan, meski sebatas komunitas rumah kopi. Saya siap baku bantu untuk iven seperti ini di Armada,”katanya.
Masuk ke babak perempatfinal terjadi kejutan. Di babak ini hanya juara dan runner grup lolos ke babak perempatfinal.

Di babak knock out, permainan menjadi 1 babak dengan durasi waktu tiap 1/2 babak selama 15 menit.
Di babak 8 besar juara grup A; Alan berhadapan dengan Abid runner up grup D. Abid menang lolos ke semifinal.

Kemudian Said runner up grup A ditantang Ramli juara grup D. Ramli tersingkir padahal di atas angin Selanjutnya Rizal juara grup B ditantang Tauhid runnerup grup C. Derbi Armada ini sangat seru. Rizal yang tadinya kuda hitam bermain begitu tenang, bisa memaksakan seniornya Tauhid longset. Yang akhirnya dimenangkan Rizal. Terakhir Mat Nur Bongkang mengandaskan perjalanan Azis. Padahal Azis begitu perkasa di babak penyisihan grup.

Di semifinal Rizal kembali menunjukkan ketenangan bermain. Anak muda ini akhirnya bisa tuntaskan pertempuran yang begitu ketat. Begitu pun Mat Nur, sukses menumbangkan Said. Di babak final Mat Nur wakil Mahawu kontra Rizal wakil Armada. Strategi main cepat dari Mat Nur berhasil menekan Rizal. Hasil akhir, Mat Nur menang di 1/2 set pertama. Kemudian di 1/2 set kedua berhasil memaksakan remis.

Para juara 1,2 dan 3 mendapat hadiah hiburan uang tunai dari Komisaris Bank Prisma Dana Hi Abid Takalamingan dan bingkisan dari Dirut Malut Post Tauhid Arief.(ham)

 

Pos terkait