Mengaku Trauma, Anggota DPR-RI ini Minta Warga Jangan Remehkan Covid-19

harimanado.com, Bolsel – Anggota Komisi V DPR-RI Haji Herson Mayulu meminta seluruh masyarakat mendukung program vaksinasi nasional yang merupakan upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan covid-19. Ia berharap warga jangan meremehkan virus dari Wuhan, Cina ini. Sebab, ia sendiri mengaku trauma karena sudah melihat langsung dampak dari serangan virus mematikan tersebut.

“Teman Anggota DPR-RI sudah sembilan orang yang meninggal dunia. Di komisi saya dua orang, satu diantaranya dari Fraksi PDIP. Mereka semua dalam keadaan sehat wal afiat. Tapi begitu terserang covid, ada yang cuma 4 hari di rumah sakit, akhirnya meninggal,” tutur Mantan Bupati dua periode Kabupaten Bolsel ini saat memberikan sambutan di kegiatan Lounching Pemberian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bolsel yang digelar di Lapangan Futsal Alun-Alun Ibu Kota, Molibagu, Senin (1/2).

Bacaan Lainnya

Satu-satunya putra Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang duduk di Senayan ini juga meminta masyarakat agar tidak mempercayai informasi maupun pemberitaan yang banyak beredar bahwa vaksin dapat menyebabkan kematian.

“Belakangan banyak berita hoax yang beredar. Katanya setelah divaksin empat jam kemudian meninggal. Itu tidak benar. Presiden Jokowi saja sudah dua kali divaksin, dan saat ini baik-baik saja,” ungkapnya.

Lanjutnya, masyarakat tidak perlu takut divaksin. Selain sudah dicontohkan oleh Presiden, Vaksin Sinovac ini aman dan halal karena sudah mendapat legalitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya sendiri ingin divaksin, hanya saja usia saya sudah di atas 60 tahun dan ada penyakit bawaan sehingga tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin,” sahut Mantan Ketua DPC PDIP Bolsel ini.

Ia kemudian menegaskan, seluruh aparat negara wajib mendukung program vaksinasi nasional ini, bukan sebaliknya.
“Jangan sampai ditemukan ASN, Aparat TNI/Polri cenderung menakuti rakyat sehingga menghindar untuk divaksin,” ucapnya.

Politisi PDIP ini mengatakan,  untuk pengadaan vaksin Covid-19 pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar 70 Triliun.

“Begitu juga pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota sampai desa turut menyiapkan anggaran untuk pengadaan ini,” sebut Politisi PDIP ini.
Selain itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulut ini mengatakan, menghadapi Covid-19 harus ada ikhtiar untuk mencegah dan melawannya. Selain dengan vaksinasi harus menjaga iman, imun dan menciptakan rasa aman.

“Sebagai umat beragama mari kita tetap menjaga iman dengan berserah diri kepada kuasa tuhan, menjaga imun dengan mengkomsumsi makanan bergizi, kemudian menciptakan rasa aman dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan,” tutup Herson Mayulu.(qs)

Pos terkait