Vaksinasi Covid-19, Bupati Iskandar Kandas di Meja Dua

Bupati Haji Iskandar Kamaru diambil sampel darah di meja dua (screening), tahapan vaksinasi covid-19

harimanado.com, Bolsel – Niat besar Bupati Haji Iskandar Kamaru menjadi orang pertama disuntik Vaksin Sinovac di daerahnya kontan pupus. Hasil pemeriksaan medis (screening), ia tidak memenuhi syarat disuntik vaksin saat itu.

Nama Iskandar Kamaru memang dipanggil paling awal dalam pemberian vaksinasi covid-19 tahap satu ini. Itu sesuai permintaannya sejak awal. Namun, orang nomor satu Bolsel ini harus berhenti di meja dua (screening).

Bacaan Lainnya

“Hasil screening, takanan darah Bapak Bupati di atas angka normal. Jadi sesuai ketentuan medis, beliau tidak dijinkan untuk lanjut ke penyuntikan. Kecuali tekanan darahnya sudah stabil kembali,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Bolsel dr Sadly Mokodongan, yang turut terlibat langsung dalam pemberian vaksinasi ini.

Dijelaskannya, dalam proses vaksinasi, setiap (calon) penerima vaksin akan melalui empat meja. Meja satu registrasi, meja dua screening, meja tiga penyuntikan, dan meja empat relaksasi (tunggu 30 menit untuk mengetahui jika ada keluhan).
Ia juga menyebutkan, ada 16 item yang harus diisi saat menjalani proses vaksinasi. Itu di meja dua. Dari 16 item tersebut, poin 1 sampai 13 wajib dipenuhi.

“jika ada salah satu item yang tidak terpenuhi dari item 1 sampai 13, maka calon penerima vaksin belum bisa disuntik (vaksin),” terang dr Sadly.

Disebutkannya hal-hal yang tidak bersyarat secara medis untuk divaksin, antara lain penderita hypertensi atau tekanan darah, penderita auto imun,  wanita hamil, memiliki riwayat kanker dan penyakit kronis lainnya.

“Kalau penderita penyakit gula, harus ada penanda HB1C di bawah 7,” jelas Kepala Dinkes Bolsel ini.
Sementara itu, Bupati Iskandar mengungkapkan, meski gagal menjadi orang pertama disuntik vaksin, ia mengaku tetap punya keinginan besar untuk disuntik vaksin anti Covid-19.

“Jika tekanan darah saya sudah normal, saya ingin divaksin. Ini demi perlindungan tubuh kita terhadap serangan covid-19. Jadi lebih aman,” katanya.

“Karena itu saya menghimbau seluruh masyarakat Bolsel untuk mendukung upaya pemerintah ini, yang ingin kita semua lebih aman dari ancaman corona,” tutur Bupati.

Di sisi lain, bukan hanya bupati yang belum jadi disuntik vaksin di hari pertama ini. Nasib serupa juga dialami oleh Wakil Bupati (wabup) Dedi Abdul Hamid, Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii, Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kirnianto, Kepala Pengadilan Agama Bolsel Nadimin dan Kepala Dinas Pendidikan Bolsel Rante Hattani. Menurut dr Sadly, para pejabat ini terkendala karena masalah tekanan darah. Bahkan, beberapa di antaranya meminta diperiksa berulang-ulang. Namun hasilnya tetap sama.

Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii dicek suhu tubuh di meja 2 (screening), tahalab vaksinasi covid-19
Wabup Dedi Abdul Hamid jalani pemeriksaan tekanan darah di meja 2 (screening), tahapan vaksinasi covid-19

Sekadar informasi, Pemkab Bolsel menggelar Lounching Pemberian Vaksinasi Covid-19. Dipusatkan di Lapangan Futsal Alun-alun Ibu Kota, Molibagu, Senin (1/2). Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Haji Iskandar Kamaru.

Selain Forkopimda, turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi V DPR-RI Haji Herson Mayulu, Sekda Marzanzius Arvan Ohy, para Asisten, staf ahli dan seluruh Pimpinan Perangkat Daerah Bolsel.

Orang Pertama Disuntik Vaksin

Diketahui, pemegang tiket pertama pada pemberian vaksinasi perdana untuk tahap pertama di Kabupaten Bolsel ini berjumlah 10 orang. Terdiri dari anggota Forkopimda dan pejabat daerah.

Dari 10 orang ini, hanya empat orang yang disuntik vaksin, di antaranya Danramil 1302-08/Bolaang Uki Kapten Inf Demysus Abraham yang menjadi orang pertama disuntik vaksin, menyusul Kacabjari Dumoga Evan Sinulingga sebagai orang kedua, kemudian Kabag Umum Sekretariat Daerah Pemkab Bolsel, dan Wakil Ketua PKK Kabupaten Bolsel (Istri Wakil Bupati Dedi Abdul Hamid).

“Dari sepuluh orang pemegang tiket pertama, hanya empat yang lolos sampai penyuntikan. Hasil screening, mereka layak divaksin,” kata dr Sadly Mokodongan.

Menariknya, hasil pemantauan usai divaksin, keempat orang penerima vaksin tersebut tidak ada keluhan.

“Di meja empat atau di meja relaksasi kami meminta penerima vaksin untuk rileks selama 30 menit sambil kita pantau. Setelah 30 menit mereka tidak mengeluh apapun,” tutur dr Sadly.

Diketahui, di tahap pertama ini Bolsel menerima 1500 vial Vaksin Sinovac untuk 725 orang Tenaga Kesehatan (nakes). Jadi, selanjutnya vaksin ini akan didistribusikan di delapan titik untuk pemberian vaksin seluruh nakes di Bolsel.(qs)

Pos terkait