Nama Olly Dondokambey Hilang di Kabinet Jokowi-Ma’ruf, Ini Tanggapan Pengamat

Harimanado.com, MANADO – Susunan kabinet Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf kembali beredar di publik.

Kali ini dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Staf Ahli Jokowi Bidang Komunikasi dan ditujukan kepada seluruh Partai Politik koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf serta Ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf.

Bacaan Lainnya

Dokumen tersebut menerangkan bahwa nama-nama susunan kabinet itu adalah opsi alternatif. Menariknya dari deretan line up yang ada, nama Olly Dondokambey sudah tidak masuk lagi.

 

Padahal beberapa waktu lalu beredar susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf nama Gubernur Sulut itu berulang kali masuk.

Bendahara Umum DPP PDIP itu tercantum menjadi Menteri Pertahanan dan ada lagi yang tertuang OD sapaan akrabnya masuk menduduki posisi Menteri Dalam Negeri.

Foto: Dokumen susunan Kabinet Indonesia Kerja Jilid 2 tertanda oleh Staf Ahli Jokowi. (Ist/HM).

Pengamat Politik Universitas Sam Ratulangi Donald Moninjta menilai secara partai posisi Olly Dondokambey sangat strategis, yakni Bendahara.

Artinya, peluang menjadi menteri sangat terbuka, apalagi posisi OD sebagai Gubernur Sulawesi Utara, sedangkan orang yang tidak punya posisi di DPP PDIP punya peluang menteri apalagi OD.

“Namun terlepas dari posisi Pak OD, bila ternyata nama beliau tidak ada lagi maka ada beberapa hal yang sangat mempengaruhi, seperti halnya, bergabungnya Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Kondisi ini jelas dapat mengubah jatah Menteri. Kalau dulunya dua partai ini belum bergabung, tentu peluang jadi Menteri lebih besar,”ujar dosen FISIP itu.

Lanjutnya, memang secara politik, legitimasi terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi sangat kuat bila Gerindra dan Demokrat masuk dalam gerbong Jokowi.

Sudah pasti kebijakan atau keputusan nanti agak lebih aman.

Selanjutnya adalah pengaruh internal. Maksudnya, beredarnya nama OD jadi menteri adalah bagian dari konsolidasi tidak langsung bagi sesama pengurus, apakah loyal atau tidak loyal.

Dari berbagai pemberitaan tidak ada satu pun pengurus di Kabupaten/Kota yang menyatakan dukungan OD jadi Menteri.

“Artinya apa, bahwa semua pengurus Kabupaten/Kota sangat loyal pada kepemimpinan Pak OD utk tetap maju pada pencalonan gubernur. Namun, memang ada kerugian juga bagi Sulut bila tidak ada orang Sulut yang jadi menteri, mungkin yang paling tepat adalah bila Pak OD tidak jadi menteri, mungkin ada rekomendasi nama dari OD siapa orang Sulut yang bisa jadi menteri,”tandas Moninjta.(fjr)

Pos terkait