Kisah Putra Suluti Eksekutor Mantan Ketua MK dan Ketua DPD

10 nama calon pimpinan (Capim) KPK RI telah diserahkan panitia seleksi (Pansel) KPR RI ke Presiden Joko Widodo Senin (2/9) dua hari lalu. Satu di antaranya hakim Nawawi Pomolango.

Satu-satunya hakim yang melejit sampai ke tahap final. Berikut rekam jejak putra Boroko, Bolmong Utara yang patut diketahui warga Sulut.

Bacaan Lainnya
Capim KPK RI Nawawi Pomolango

LAPORAN Steward Noho

SENIN (2/9) sore jelang magrib, 10 nama capim KPK RI menyebar di kamar whatsapp grup dan media sosial lain.

Warga Sulut yang sejak awal menanti  siapa 10 finalis yang lolos uji publik akhirnya gembira, termasuk media ini.

 

Nama pria kelahiran Manado 28 Februari 1962, tertera di urutan 7 dari 10 capim KPK. Keluarga dekat hakim tinggi Pengadilan Tinggi Bali tak bisa menahan haru.

 

Mereka meminta dukungan doa supaya bapak tiga anak ini tembus sampai ke 5 besar.

“Mohon dukungan doa dan pengawalan. Ini satu-satunya putra Sulut. Yang lolos pertama kali ke 10 besar,” kata kerabat Nawawi F Lauma, kepada Koran ini.

Nawawi pantas menempati salah satu kursi pimpinan komisi anti rasuah. Pria low profile yang besar di Kelurahan Lawangirung (kampung Kodo) sejak muda senang dengan ilmu hukum. Malah sejak SD, suami Norma Mukti ini berprestasi.

“Saat SD saya pernah menetap di kampung Kodo dan Tuminting,” kata anak ketiga dari empat bersaudara melalui WA, Selasa pagi.

Nawawi sempat mengecam bangku sekolah dasar di SDN II Boroko. Naik kelas tiga, ikut keluarga ke Manado. Setelah itu dilanjutkan di SDN XIV Manado.

5 kader Golkar yang duduk di DPRD Kota Manado

Karena kecerdasan Nawawi di atas rata-rata, dia diterima di SMP Negeri 1 Manado. Kehidupan Nawawi di bangku SMP, seperti anak lain.

Bermain tapi tetap belajar dan belajar ilmu agama. Setamat SMP, mantan hakim PN Tondano melanjtukan ke SMA Negeri 1 Manado.

Keinginan untuk menegakkan hukum yang adil, mendorong Nawawi memilih fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi.

Masuk Fak Hukum tahun 1981, selesai 1986. Nawawi aktif di kegiatan intra. Kebetulan hakim tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur tahun 2016 ini sezaman dengan aktivis kritis Fakultas Hukum seperti Victor Mailangkay, Djendri Keintjem, Abdurahman Konoros,dan lain sebagainya.

Setelah menyelesaikan studi, Nawawi memilih berkarir sebagai hakim. Syukur alhamdulillah, Nawawi diangkat sebagai hakim pertama kali tahun 1992. Dia rela berpisah dengan keluarga dekat di Kelurahan Titiwungen, tepatnya di Lorong Kapal Sandar.

Kebetulan Nawawi ketemu jodoh dengan teman se fakultas Norma Mukti yang menetap di kompleks Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Titiwungen, Kecamatan Sario.

“Tiga tahun saya berkarir sebagai hakim di Soasio, Tidore. Waktu itu Tidore masih bergabung dengan Halmahera Tengah,” tutur Nawawi.

Dari Soasio, tahun 1996 Nawawi dimutasi ke PN Tondano. Selanjutnya dipindahkan ke PN Balikpapan Kaltim tahun 2001. Empat tahun kemudian, tahun 2005 dipromosi sebagai hakim PN Makasar.

“Di tahun 2008 saya dipromosi sebagai wakil ketua PN Poso. Tahun 2010 diangkat sebagai Ketua PN Poso,” urainya.

Nama Nawawi akhirnya masuk radar Mahkamah Agung RI. Makanya tahun 2011, Nawawi dikirim menjadi hakim di PN Jakarta Pusat.

Tak lama kemudian tahun  2013 diangkat wakil ketua PN Bandung. Tahun 2015 di promosi lagi ketua PN Samarinda Kaltim dan tahun 2016 dipromosi sebagai ktua PN Jakarta Timur.

Dan terakhir Hkim Tinggi di PT Bali.  Ketenaran Nawawi dia temukan di Jakarta, sebagai Ketua PN Jakarta Timur pada 2016.

Saat itu Nawawi pernah menjadi hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Nawawi pernah menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada eks hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, dalam kasus suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ia juga pernah menghukum eks Ketua DPD Irman Gusman selama 4,5 tahun penjara dalam kasus suap kuota gula impor.

Nawawi terakhir melaporkan LHKPN pada 26 Maret 2019. Hartanya sekira 1,8 miliar.

Berbekal jam terbang itu, Nawawi memberanikan diri masuk ke Lembaga superbody ini.   Palang terakhir Nawawi ada di Komisi III DPR RI.

Kebetulan di komisi yang membidangi hukum ada sesama almamater FH Unsrat Saiful Bahri Rurai dan putra Sulut lain Brigjen Pol (purn) Wenny Warouw. Nawawi mampu melewati tahapan sejak tahap berkas.

Ada 376 pelamar. Lalu yang lolos berkas 192. Setelah itu lolos tes kompetensi bersama 103 peserta. Setelah itu lolos 40 besar di  tahap ketiga psikotes. Dan terakhir lolos 20 besar hingga 10 besar.(hm)

Pos terkait