OD Finalkan Paslon Manado, Tomohon dan Boltim, Ormas Keagamaan Penentu ?

Untuk Partai Nasdem, P Demokrat sudah clear pasangan calon.

Sementara Partai Golkar masih gencar merayu Gerindra dan melobi PAN.

Melihat peta lawan ini, menurut orang dalam  PDI-Perjuangan, sangat disukai Ketua PDI Perjuangan Olly Dondokambey (OD).

Olly pun sudah yakin akan mematenkan paslon PDI P di pilwako Manado di minggu berjalan ini.

“Pasangan untuk Manado hampir final. OD dan para petinggi sudah selesai kocok siapa calon wali kota dan calon wakil. Untuk umumkan bisa awal Juli,”tutur salah satu pemgurus harian PDIP Manado.

 

Calon 01 Manado, muncul  dua nama Andrei Angouw dan Royke O Roring.

Sebelumnya nama Richard Sualang masuk line up 01 Manado. Elektabilitas di PDIP nomor dua di bawah Andrei (AA).

Atau nomor tiga setelah AA dan Ai Mangindaan.

Namun, anak sulung mantan wakil gubernur ini terdepak. Sulit bersaing dengan Andrei anak manis PDIP Sulut.

“Pak Roy juga tidak lagi dihitung. Lantaran isu penolakan pak Roy ke Manado dari Minahasa yang sangat kencang. Isu ini merugikan pak Olly,”tandas politisi yang dekat dengan OD dan SK.

Setelah paten di 01 Manado. Nama Harley Mangindaan dan Richard Sualang (RS) dipandang tepat menjadi pasangan AA.

Pertimbangan PDIP, politik ormas keagamaan yang identik dengan Ai dan RS, akan sepadan dengan AA.

”Setelah Ai dilamar Nasdem, maka pendukung RS di Manado yakin pasangan AA dan RS paling kuat,”tandasnya.

Namun, sebagian elit PDIP lebih suka PDIP ambil kalangan muslim.

Dengan pertimbangan, lawan tidak mengambil calon 02 muslim.

Ada dua tiga nama yang mengerucut. Abid Takalamingan dan Machmud Turuis. Terakhir Ulyas Taha.

Dua nama pertama masuk lingkaran dalam ODSK.

Kans Abid (AT) dan Machmud (MT) lebih besar dikawinkan dengan AA atau ROR.

”Pak Abid di atas survey dibanding pak Ulyas dan pak Machmud,”tandasnya.

Begitu juga demikian di Kota Tomohon duet Wenny Lumentut dan Carol Senduk kian kencang.

Sedangkan di Boltim nostalgia politik bakal terjadi. Amalia Lanjdar dan Medy Lensun sudah digadang-gadang, koalisi PAN-PDIP.
Diketahui pada periode pertama ayah Amalia, Sehan Lanjdar pernah berpasangan dengan Medy Lensun.

Direktur Tumbelaka Institute Taufik Tumbelaka menilai, pilkada serentak di Sulut, cuma menyisakan dua petahana di dua pilkada.
Yakni Pilgub Sulut dengan duet utuh petahana dan Pilwako Bitung dengan duet petahana pecah kongsi.

“Sedang pilkada lain akan menyajikan persaingan cukup ketat,” katanya.

Dikatakan, untuk Pilwako Manado, sampai saat ini partai politik (parpol) terkuat berdasarkan hasil pileg di Manado, PDI Perjuangan, nampak masih belum dapat menyajikan pasangan calon yang dianggap akan menjadi andalan.

“Munculnya wacana spekulatif Andre Angouw (AA) – Ai Mangindaan / Richard Sualang atau Roy Roring Abid Takalaminang, menunjukkan kalau PDI Perjuangan yang mempunyai momentum bagus dengan modal pemenang saat Pemilu Legislatif lalu,” tuturnya.
Tapi, lanjut Tumbelaka, PDI Perjuangan masih menunggu ‘meracik’ bakal kandidatnya ini. Dikarenakan melihat ada lawan tangguh yaitu Wali Kota Manado yang sukses dua kali menaklukan Manado, GSVL, berpeluang mengandalkan istrinya Prof Paula.

“Juga ada Partai Golkar yang mengirim signal kuat mengusung Jimmy Rimba Rogi,” ungkapnya. Diluar itu masih ada Wawali Manado Mor Bastian yang akan maju,” ungkapnya.

“Kader PDI Perjuangan yang lain masih ada diluar AA dan ROR masih ada James Sumendap yang dua kali sukses di Mitra dan Hangky Arter Gerungan yang sudah dianggap orang dalam PDI Perjuangan,” sambung Tumbelaka.

Untuk Boltim, ia menilai nampaknya PDI Perjuangan akan berhitung keras. Karena agak mirip dengan Manado, ada ‘GSVL’- Boltim, Sehan Landjar yang kuat dengan kemungkinan mengajukan dari kalangan dalam, Amelia Lanjar.

 

“Otomatis PDI Perjuangan akan menghadapi pilihan, salah satunya berkoalisi dengan Sang Petahana dari kubu Sehan Landjar guna memperbesar peluang kemenangan. Dikarenakan PDI Perjuangan tidak memiliki figur papan 1 yang benar-benar kuat,” nilainya.

 

Ditambahkan, untuk Tomohon, menjadi pekerjaan rumah khusus bagi PDI Perjuangan, sama dengan Manado. Ddlikarenakan tidak pernah meraih hasil maksimal.
“Munculnya wacana koalisi dengan Gerindra melalui Wenny Lumentut ( WL)  – Carol Senduk (CS) menjadi menarik.
Karena masih menunggu apakah nantinya akan dipatrikan dalam Surat Keputusan WL – CS atau CS – WL? Namun seperti apapun yang diakomodir dalam SK nantinya, PDI Perjuangan harus berjuang keras menghadapi calon kandidat dari Partai Golkar,” urai Tumbelaka.

Sementara itu, diterangkan, untuk konstelasi politik di Manado, memang kerap ada upaya menimbulkan politik harmoni. Ini sebagai upaya mensapatkan representasi suara.

“Namun pada umumnya adalah perpaduan kekuatan figur dan kesolidan tim dalam menjalankan strategi,” terangnya.

Disebut, adanya pendapat tentang pentingnya mengambil suara GMIM adalah sah-sah saja.

“Namun dari perjalanannya para pemilih berlatar belakang GMIM di Manado, sifatnya cair. Dalam arti  lebih melihat figur ketimbang kedekatan kesamaan emosional,” sebutnya.

Begitu juga diutarakan dengan Tomohon. Sala satu yang membuat probabilitasnya meningkat karena kebetulan Sang Lawan Tangguh, Partai Golkar saat ini kebetulan tidak memiliki figur sekuat Jeferson Rumayar dan Jimmy Eman.

“Sedangkan Boltim, jika berkoalisi berarti kekuatannya lebih kepada kuatnya pengaruh sosok Sehan Landjar dan mesin parpol dari PDI Perjuangan,” kunci Tumbelaka.

Terpisah, Sekretaris PDIP Frangki Wongkar menjelaskan teka teki calon bupati dan wabup, walikota dan wawali di Manado, Boltim dan Tomohon belum ada jawaban.
“Sampai kini DPD masih menggodok akan calon dari ketiga daerah tersebut. Kami masih mencari figur yang tepat, “jelasnya.

Dia mengatakan semuanya harus berdasarkan hasil survey. “Kami menginginkan yang betul-betul disukai rakyat, “tukas Wabup Minsel ini.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey akhir pekan lalu saat berada di Tomohon memberi sinyal kuat mengusung kader partai di Pilwako Tomohon 2020.
Apalagi Olly menargetkan kemenangan di Pilwako Tomohon tahun ini.

Terkait mengusung Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon, Olly menyebut PDIP pasti memilih orang yang punya kualitas dan kuantitas untuk memimpin.

“Nanti lihat saja siapa calon yang didukung PDIP (Cawali dan Cawawali). Tidak perlu SK, kita target menang, sejak kapan PDIP kalah,” ucap Olly saat ditanyakan terkait mengusung Ketua DPC PDIP Caroll Senduk sebagai calon wali kota dan Wenny Lumentut sebagai Calon Wakil Wali Kota.

Pilwako Tomohon, disamakan Olly seperti Pilgub. Kader PDIP menjadi pemimpin pasti berkomitmen kuat menyejahterakan rakyat.

Olly bahkan memerintahkan kader harus solid apapun keputusan pimpinan partai. “Jika ada tanda-tanda tidak solid, saya pecat. Pimpinan tidak main-main menertibkan organisasi jelang Pilkada,” kata Olly.(tra/har/fjr)

Pos terkait