Harimanado.com MANADO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) resmi telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan gubernur (Pilgub) 9 Desember mendatang. Namun, sejumlah pihak masih menyangsikan tingkat partisipasi pemilih pada puncak pesta demokrasi lima tahunan ini.
Terkait hal itu, Direkrut Tumbelaka Institute Taufik Tumbelaka mengatakan, Pilkada 2020 ini berlangsung tidak biasa-biasa saja. Kondisi sekarang dan dulu jauh berbeda.Menurutnya penyebaran Covid-19 yang masih aktif di Sulut justru berisiko membuat partisipasi pemilih turun.
“Apalagi dilarang berkerumun. Belum lagi dengan ketakutan masyarakat terhadap virus ini,” katanya, kemarin.
Terlepas dari itu, Tumbelaka berharap penyelenggara pilkada punya strategi jitu menggaet pemilih, tentunya dengan jaminan keamanan dan kesehatan.Selain itu, Taufik meyarankan para pasangan calon dan tim sukses menciptakan kompetisi bergengsi yang berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan.
Sebab kata dia, jika paslon bersama timnya memberikan edukasi ke publik lewat pendidikan politik positif, ia yakin target KPU RI ini bisa tercapai.
“Silakan mainkan isu membangun dan bersainglah sehat. Beri rangsangan warga agar mau datang ke TPS. Karena menaikkan partisipasi bukan semata-mata tugas KPU dan Bawaslu,” tandas Alumni Fisipol UGM Yogyakarta ini.(tr21/fjr)















