JAKARTA- PDI Perjuangan melakukan penjajakan dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Dua partai istana ini telah bertemu pekan lalu.
Ketua Umum DPP PAN , Zulkifli Hasan merasa puas melakukan penjajakan kerja sama politik dengan PDIP, pada Jumat (2/6).
Dalam pertemuan dengan PDIP, kata Zulkifli, banyak kesepakatan yang dirumuskan. “Antara lain, kesepakatan untuk menjaga agar Pemilu terlaksana dengan baik. Tidak hanya untuk Pilpres, tetapi juga untuk Pileg dari pusat sampai ke kabupaten/kota. Kemarin juga disepakati agar semua berkontribusi bagi pelaksanaan Pilkada yang bermartabat, berkeadilan, dan berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Zulhas dalam keterangannya, Minggu (4/6/2023).
Zulhas mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut PDIP dan PAN turut membahas pasangan capres-cawapres. Bahkan, sambungnya, PDIP sempat menawarkan Ganjar Pranowo untuk didukung secara bersama-sama. “Tentu PAN sangat mengapresiasi dan menghormati tawaran tersebut. PAN selama ini kan juga sudah dekat dengan Pak Ganjar. PAN sudah lama mengenal dan mengikuti jejak kepemimpinan Pak Ganjar,” ungkap Zulhas.
Zulhas berkata, dirinya akan menyampaikan secara detail ke internal partai dalam merumuskan dan memutuskan mendukung salah satu capres. Zulhas menegaskan, pandangan dan semua masukan dari kader PAN perlu didengar. “Pandangan dan masukan semua kader perlu didengar. Tujuannya, agar semua mesin politik yang dimiliki PAN bisa berjalan seirama,” ujarnya. Kendati demikian, Zulhas memastikan, PAN akan melakukan komunikasi lanjutan dengan PDIP terkait dukungan tersebut.
“Dalam konteks itulah, PAN akan tetap melakukan komunikasi lanjutan dengan PDI Perjuangan. Apalagi, kemarin disepakati bahwa PDI Perjuangan juga akan melakukan kunjungan ke DPP PAN,” tandas Zulkifli Hasan. Sebagai informasi, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kantor DPP PDIP Jumat 2 Juni 2023 sore. Kedua partai membahas kerja sama partai terkait Pemilu 2024.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap isi pertemuan partainya dengan PAN beberapa waktu lalu, salah satunya perihal cawapres. Hasto menyebut PAN menyodorkan nama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.
“Ya nama seperti pak Erick Thohir memang diusulkan oleh Partai Amanat Nasional untuk sebagai salah satu bakal calon Wakil Presiden,” kata Hasto usai acara konsolidasi PDIP DKI Jakarta di kawasan GBK, Jakarta, Minggu (4/6/2023).
Hasto mengatakan PAN akan menjalani mekanisme internal terlebih dahulu terkait pencalonan Erick Thohir. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan disodorkan saat PDIP berkunjung ke PAN.
“Tetapi di dalam pembahasan kan nanti ada mekanisme internal dari Partai Amanat Nasional terlebih dahulu. Dan itu lah yang akan dilakukan, dan di dalam kunjungan balasan dari PDI Perjuangan ke Partai Amanat Nasional tentu juga menunggu proses mekanisme internal dari PAN,” jelasnya.(detik)















