Pilgub Sulut 2020, Kursi Petahana OD Kurang Nyaman

Harimanado.com, MANADO – Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara (Pilgub) di Pilkada 2020
nanti, dipastikan tensinya akan berbeda dengan fenomena politik di
Pilkada 2015 silam. Hal ini dikarenakan petahana Olly Dondokambey
alias OD akan menghadapi kekuatan besar. Yang sebelumnya tidak ada
poros besar maupun figur kuat.
Gerakan politik untuk perubahan Sulut, yang tersinyalir dimotori
Partai Nasdem, Golkar dan Demokrat. Pasalnya, gerakan ini diprediksi
akan menjadi kekuatan besar untuk menghadang hasrat petahana OD untuk
kembali merebut kursi orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai (Sulut,
red) ke depan.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Demokrat Sulut Dharmawati
Dareho SH menanggapi secara diplomatis wacana akan terbangunnya poros
besar melawan Petahana OD.
“Kalau Pak Elly E Lasut (E2L) tersingkir maka peluang besar Pilgub
Sulut hanya 2 (dua) paslon. Sebab, kalau lebih dari dua maka petahana
akan sikat suara,” ujar Dharmawati, Minggu malam (15/12) kepada Harian
Manado.
Perempuan yang juga dikenal berprofesi sebagai pengusaha ini
menegaskan bahwa pihaknya belum memutuskan berkoalisi dengan salah
satu partai. Meskipun demikian, diakui DD sapaan akrabnya, pihaknya
terus mempelajari perkembangan politik dan membangun komunikasi dengan
partai lain. “Kami (demokrat, red) belum berkoalisi dengan golkar
maupun nasdem. Demikian juga dengan partai lain. Belum ada keputusan
sah. Jadi poros besar itu baru sebatas wacana atau isu,” jelasnya.
Dia menuturkan bahwa pihaknya akan mendukung calon yang berpihak
kepada kepentingan rakyat, bijaksana mengayomi orang tanpa tendesius
dan memilah-milah sesuai yang dimauinya pemimpin. Selain itu, calon
yang pintar untuk memajukan Sulut kian bersinar tanpa ada polemik sara
dan ras.
“Kita membutuhkan pemimpin yang handal dan tidak berpolemik serta
memberi kesejukan. Siapakah dia? bisa Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Vonny A Panambunan (VAP) dan GS Vicky Lumentut (GSVL),” tutur Dareho.
Juru Bicara Partai Golkar Sulut Ferryando Lamaluta mengaku, kalau memang itu keinginan seluruh parpol, tentu golkar harus menerima tanggungjawab ini.
“Kan prosesnya masih panjang. Yang pasti golkar bersiap diri, untuk mencari partai berkoalisi untuk mengusung calon di Pilgub Sulut 2020 nanti. Apalagi golkar butuh teman koalisi untuk mengusung bakal calon . Pada prinsipnya, golkar sedang mencari teman untuk koalisi nanti. Semua buat masyarakat Sulut. Kita lihat ke depan seperti apa,” tutup Lamaluta.
Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Lucky A Senduk menegaskan bahwa keputusan MK tidak mempengaruhi Pilkada Sulut. Untuk itu, tidak punya efek kepada petahana.
“Rakyat Sulawesi Utara sangat dewasa dalam berpolitik sehingga tahu bahwa OD sebagai Gubernur Sulut saat ini sudah banyak membawa perubahan,” katanya.
Dia juga menegaskan, perubahan yang dibawa OD terlihat dan terasa dengan program-program yang menyentuh langsung pada rakyat.
“OD sangat mencintai Sulut sehingga tawaran menjadi menteri pun ditinggalkan demi rakyat Suut yang sejahtera,” pungkas Senduk.
Pengamat politik Sulut Dr Goinpeace Tumbel mengatakan bahwa pasca
putusan MK tentang pencalonan mantan napi dalam pilkada, sebenarnya
memiliki implikasi bagi setiap calon, baik itu calon yang ‘terjerat’
langsung dengan pasal tersebut maupun bagi calo yang ‘terbebas’ dari
jeratan pasal tersebut. Di Pilkada Sulut nanti memang ada salah satu
figur yg terkait dengan pasal tersebut yang dikenal dengan julukan
E2L. Dan dengan putusan MK tersebut, maka kemungkinan E2L tidak
terjerat alias yang bersangkutan dapat dicalonkan atau mencalonkan
diri sebagai Cagub Sulut. Kondisi ini membuat para ‘kontestasi’ atau
kandidat cagub lainnya yang diusung oleh parpol akan semakin seru dan
menarik karena masing-masing cagub memiliki magnet politik merata.
Sebut saja selain E2L juga ada OD sebagai petahana, GSVL, CEP dan VAP.
“Semuanya memiliki basis masa dan parpol yang mumpuni. Yang menarik
lagi E2L, menjadi figur yang oleh elit parpol bahkan publik sendiri
melihat sebagai figur fenomenal dan dipandang sebagai figur
benar-benar menjadi ancaman serius bagi kandidat lain, termasuk bagi
petahana. Tinggal dilihat nanti proses selanjutnya. Apakah E2L bisa
lolos dan kalau lolos melalui parpol mana. Yang pasti munculnya figur
E2L proses pencalonan pilgub akan semakin menarik untuk diikuti,”
tegas Tumbel. (TimHM)

Pos terkait