Harimanado.MANADO- Teror virus Corona asal Wuhan China dengan cepat menyebar ke Manado.
Sebagian masyarakat awam dibuat panik. Terlebih lagi ada guide touris China yang masuk RSUP Kandou diduga suspect Corona.
Bersyukurlah Pemprov Sulut bertindak cepat.
Dinas Kesehatan Sulut dan RSUP Prof Kandou langsung mengisolasi Pasien inisial G, (25).
Sejauh ini RSUP Kandou baru menyatakan belum positive, tapi masih dalam status pengawasan. Mereka menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dikirim ke pusat.
Direktur Utama RSUP Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD mengatakan, biasanya hasil pemeriksaan sekira 3-4 hari ke depan.
“Tindakan karantina atau isolasi diberlakukan untuk pengawasan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan publik untuk pencegahan penyakit,” jelasnya, saat diwawancarai, Minggu (26/1) di lobby Pusat RSUP Kandou.
Dirut RSUP Kandou menambahkan, guide perempuan itu masuk ke RSUP pada Sabtu (25/1) siang.
Wanita itu WNI yang bekerja sebagai interpreter di salah satu maskapai.
Penjemputan tersebut dilakukan, setelah yang bersangkutan melapor pihak hotel kemudian dilanjutkan ke Dinkes Sulut setelah itu dijemput oleh tim RSUP Kandou.
Dari keterangan awal, pasien mempunyai riwayat perjalanan ke Kota Wuhan, China pada enam hari lalu. Walau hanya transit dan tidak turun dari pesawat.
“Dua hari lalu, pasien tersebut mengalami demam hingga 38 derajat Celcius,” tandasnya.
Meski begitu, Panelewen meminta masyarakat tidak panik dan tidak perlu takut. Karena penanganan isu seperti sudah biasa dilakukan oleh RS.
Apalagi dari pemeriksaan awal yang bersangkutan tidak dikenakan kriteria tersangka.
“Karena pada saat pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda demam dan radang paru atau pneumonia sesuai kriteria dari Kemenkes,” pungkasnya.(tr-01)















