MANADO- Rasa bahagia tiga pemain muda asal Sulawesi Utara (Sulut) sulit diartikan. Mereka baru kembali berlatih dari Milan Junior Camp di di Academy Italia.
Begitu tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu sore (31/07) Fathurrahman Tanjung Carlos (16) asal Manado, Farel Wenas (16) dari Talaud dan Bintang Tiwa (15) asal Kotamobagu, disambut kerabat dan orang tua.
Tiga alumnus pertama Milan Academy dari Indonesia ditemani Sonya S Kembuan, pengusaha Kawanua yang menjadi sponsor tunggal agenda road to Milan Academy.
Setiba di Jalan Roda, SSK sapaan akrab mantan calon wali kota Manado menjelaskan hasil yang diperoleh Fathurrahman cs selama digembleng di Milan Academy mulai 17-23 Juli 2022. SSK dan tiga pemain itu kelihatan sangat terkesan, Meski kurang cukup waktu merumput di camp Milan.
“Mereka bertiga hanya menjalani pelatihan seminggu lantaran visa terlambat keluar,”kata Sonya ditemani staf dan beberapa pelatih.
Walau terhitung singkat, pimpinan Milan Academy menerbitkan sertifikat yang ditandatangani Pimpinan Milan Academy, Alberigo ‘Cicco’ Evani dan Roberto Mussi.
Keduanya adalah legenda klub yang juara Serie A 2022. “Nama tiga pemain ini telah masuk database Milan, jelas SSK.
Setelah ini, tiga pemain dikembalikan kepada orangtua. “Saya harap mereka tetap latihan dan mewujudkan mimpi mereka,” katanya.
Bekal pengalaman, Sonya rencana akan lanjutkan program road to Milan. Dengan kuota yang sama 3 pemain junior.
“Kami merasakan suasana berbeda. Pokoknya sangat senang bisa latihan dengan teman-teman dari negara lain, ” jelas Farel.
Faturahman mengungkapkan, selama tinggal dan berlatih di Milan, mereka tidak canggung. Suhu udara mendukung, lantaran Eropa masuk musim panas.
“Kami dilatih dengan porsi berbeda dengan di Manado. Kami lebih banyak latihan teknik,” katanya.
Peserta Milan Junior Camp latihan dua kali sehari. Sesi pertama jam 9 pagi hingga 12 siang. Sesi kedua, sore, jam 3 hingga 6 petang.
Sedangkan Bintang Tiwa mengungkapkan, mereka bangga bisa berlatih di tempat latihan Akademi AC Milan.
Katanya, meski datang dari Indonesia, tidak ada kendala komunikasi karena ada penerjemah.
SSK menyampaikan rasa syukurnya karena 3 pemain muda ini berhasil menjalani latihan tanpa kendala berarti.
“Mereka bertiga telah menjalani latihan yang programnya ada yang berbeda dari latihan kita di Sulawesi Utara. Syukurlah mereka ini telah menjalani itu tanpa sakit dan boleh dapat pengalaman ini,” ujarnya.
Sonya mengatakan, dari latihan yang dijalani, terdapat sejumlah catatan yang diberikan oleh tim pelatih yaitu kemampuan yang dikeluarkan oleh 3 pemain ini baru satu per empat sehingga masih banyak potensi yang harus digali.
“Mereka punya potensi dan itu disampaikan langsung oleh pelatih di sana. Kekurangannya, orang tua dan para coach di sini bisa membantu, yaitu masih lemah dalam hal inisiatif, kreativitas dan rasa percaya diri. Itu yang harus terus diasah agar mereka ini lebih berkembang,” kata Sonya.(tm/bm/hm)















