Aba Abid, Diundang PDIP, Berkat Nasionalis dan Popularitas

Harimanado.MANADO– Teka teki tokoh muslim yang dilirik PDIP untuk bakal calon wakil wali Kota Manado sudah terjawab.

Ada lima nama diundang di Kantor Sekretariat PDIP Sabtu, (7/12) sore.

Bacaan Lainnya

Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan (AT), Direktur Pemasaran Machmud Turuis, Rum Usulu, Kabid Bimas Islam Kemenag Ulyas Taha dan Hi Abubakar.

Di antara yang diundang, Abid kelihatan familiar. Tidak kelihatan asing dengan Ketua tim penjaringan PDIP Frangky Wongkar dan Lucky Senduk.

Abid termasuk politisi populer. Terbukti di antara lima nama Abid diundang mendaftar  di Partai Golkar.

Saat mengambil formulir mantan politisi PKS Sulut ini diantar ratusan relawan dari beberapa kecamatan.

Terlihat ada sejumlah tokoh muda dan tokoh agama dari Tuminting, Bunaken, Singkil, Mapanget, Sario dan Wenang.

Tokoh kelahiran Sangihe  mengenakan kemeja merah celana jeans dan peci hitam.

Mantan legislator DPRD Sulut ini kelihatan terharu diundang partai terbesar di Indonesia, Sulut dan Manado.

“PDIP adalah partai terbesar. Harus diakui magnet PDIP sebagai partai terbesar di Sulut dan Manado sangat kuat,”pujinya.

Bukan hanya itu, aura politik di PDIP Sulut agak terasa beda. Ada semangat egaliter dan nasionalis  yang mempengaruhi mental dan kematangannya.

“Mungkin banyak yang tahu bahwa Saya awalnya merupakan kader PKS, yang berideologi sangat ‘kanan’,” ujarnya.

Abid berubah jadi moderat dalam tataran politik, dan sosial.

Mental itu cocok di Kota Manado yang masyarakatnya majemuk.

Secara sosial, jika Saya tak keluar dan bergaul dengan PDIP, mungkin perubahan yang ada sekarang ini tak dapat terjadi,” sambungnya.

Selain itu, keberadaan figur Ketua PDIP Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Ketua PDIP Sulut Steven Kandouw sangat mempengaruhi pilihannya untuk memenuhi undangan itu.

“Pak Olly itu, menurut Saya, seorang nasionalis sejati. Dan beliau (Olly) Saya lihat memiliki nilai-nilai yang Saya pahami. Beliau egaliter, peduli dan fair,” ungkapnya.

Penilaian Abid terhadap Olly dan Steven bukan tanpa alasan. Keduanya menjunjung azas demokrasi. Tidak sektarian. Betul betul nasionalis sejati.

Dia bertahun tahun berbaur dengan politisi PDIP.

Sejak anggota DPRD Sulut banyak bergaul dengan James Sumendap, Steven Kandouw dan lainnya.

Makanya, dia mengaku bangga bisa mendapatkan dan memenuhi undangan penjaringan dari partai berlambang banteng hitam bermoncong putih ini.

“Ini jadi bentuk apresiasi Saya, dan tentunya formulir dan persyaratan akan dimasukkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan partai,” terangnya.(hm)

Pos terkait