Harimanado.com,MANADO- Tangis bercampur histeris meledak di ruang gawat darurat RS Bhayangkara, Manado, pada Minggu dini hari (16/02/2025).
Orang tua dan kerabat Tristan Kaliki, warga Desa Tiwoho, Kecamatan Wori tidak bisa membendung air mata manakala Tristan remaja usia 17 t ahun telah menghembuskan nafas terakhir.
Korban mengalami luka serius di dada kanan, akibat tikaman badik remaja tanggung AN (14), warga Desa Minaesa (Talawaan Bajo).
Selain Tristan, rekannya dari desa yang sama mengalami luka parah sebanyak dua tusukan. Tristan tercatat pelajar asal Desa Tiwoho Jaga I, Kecamatan Wori.
Informasi dari pihak kepolisian peristiwa berdarah ini berawal ketika korban dan beberapa rekannya menghadiri sebuah pesta pernikahan di Desa Kima Bajo. Di luar area acara, mereka sempat mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah pemuda setempat.
Sekitar pukul 00.30 WITA, Tristan Kaliki dan seorang saksi, RS, bersiap untuk pulang. Namun, saat hendak menuju sepeda motor, mereka tiba-tiba dihadang oleh AN, yang diduga dipengaruhi minuman alkohol. Di tangan AN sebuah badik terhunus. Entah lantaran dendam lama, AN sambil melontarkan amarah, menyerang RS dengan dua tikaman. RS kesakitan akibat luka tusukan.
Tristan tidak tinggal diam. Melihat temannya diserang, Tristan berusaha membantu. AN makin kalap. justru mengarahkan pisau ke arahnya. Sebuah tikaman telak mengenai dada kanan Tristan, membuatnya langsung tersungkur ke aspal.
Usai melancarkan aksinya, pelaku mencoba melarikan diri. Namun, warga yang baru pulang dari pesta segera mengejar dan berhasil menangkapnya. AN kemudian diserahkan kepada aparat Polsek Wori yang datang ke lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan pisau badik yang digunakan sebagai barang bukti.
Upaya keluarga larikan ke RS Bhayangkara tidak membuat nyawanya tertolong.
Keluarga korban menuntut keadilan atas peristiwa ini dan berharap kasus ini tidak hilang begitu saja hanya karena pelaku masih di bawah umur.(mp/ham)















