Harimanado.com,Bupati Bolaang Mongondow Selatan Dr (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menghadiri rapat lanjutan Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup dalam rangka pembahasan Adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Andal) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) Tipe A PT J Resources Bolaang Mongondow, yang berlangsung di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Selasa (11/8).
Rapat tersebut merupakan bagian dari tahapan uji kelayakan lingkungan hidup terhadap rencana kegiatan PT J Resources Bolaang Mongondow. Kegiatan turut diikuti secara daring oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan dihadiri Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., bersama jajaran serta sejumlah unsur terkait.
Dalam pembahasan tersebut, Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan sejumlah masukan dan perhatian terkait pengelolaan lingkungan, khususnya terhadap potensi dampak yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
Sehubungan dengan rencana pengembangan wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Bupati Iskandar mendorong agar setiap titik lokasi kegiatan dilengkapi dengan dokumen perencanaan penanganan lingkungan yang komprehensif, jelas, dan transparan.
Menurutnya, dokumen tersebut perlu memuat pemetaan secara terukur mengenai berbagai potensi dampak lingkungan, termasuk kemungkinan terjadinya rembesan material ke wilayah hulu Sungai. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat Sungai memiliki peran vital bagi ekosistem serta kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Upaya mitigasi harus direncanakan secara presisi sejak awal, sehingga setiap potensi dampak lingkungan dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik,” ujar Bupati.
Selain kelengkapan dokumen, Bupati Iskandar juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan di lapangan. Menurutnya, komitmen terhadap pengelolaan lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan pengawasan yang berkelanjutan, bukan hanya sebatas dokumen atau pernyataan komitmen.
Bupati juga menyoroti pentingnya langkah-langkah pemulihan lingkungan pada wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas pertambangan. Upaya tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama untuk menjawab keresahan masyarakat, terutama terkait potensi luapan air saat hujan, sekaligus meminimalisir risiko dan persoalan lingkungan di kemudian hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana aturan dilaksanakan secara konsisten di lapangan dan manfaat dari aktivitas investasi juga dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui upaya pemulihan lingkungan di wilayah terdampak,” tegasnya.
Lanjutnya, Pemkab bolsel akan terus mengawal proses pengelolaan lingkungan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku serta berkomitmen mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan memberikan manfaat bagi daerah serta masyarakat, dengan tetap mengedepankan perlindungan dan kelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sekretaris Daerah, para Asisten, Tenaga Ahli, pimpinan OPD terkait, para Kepala Bagian, para Camat, para Sangadi, serta perwakilan masyarakat lingkar tambang. (Faj/***)















