Harimanado,com,MANADO— Warga Kelurahan Mahawu yang tinggal di bantaran anak sungai kondisi sosial dan ekonomi belum pulih.
Rumah yang mereka tempati telah digaruk eksavator selebar 5 meter dari bibir sungai.
Khusus untuk 57 KK sudah dipaksa Wali Kota Manado Andrei Angouw pindah ke rumah di kaki gunung Tumpa di perumahan Pandu Cerdas.
Namun warga merasa rumah di Pandu belum pantas ditempati bersama keluarga.
“Tolong diberi waktu untuk kami benahi barang barang. Juga rumah di Pandu sangat tidak pantas ditinggali. Air dan jalan rusak,”kata Mhan warga Mahawu lingkungan 3.
dipaksa pindah ke perumahan Pandu di kaki Gunung Tumpa. Sebagian badan rumah mereka telah porak poranda dibongkar alat berat.
Namun upaya warga Mahawu khususnya yang dapat pembagian rumah di Pandu tidak diindahkan pemkot Manado.
Warga Mahawu yang telah menerima bantuan rumah di Pandu Cerdas, dipaksa menetap di rumah bantuan.
Menurut Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Manado, warga Mahawu yang kebagian rumah sejak 2015 harus kembali ke Pandu. Tidak ada alasan menolak.
“Perkim telah melakukan perbaikan kondisi rumah rusak dan fasilitas penunjang di Kawasan Relokasi Pandu, Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perkim Kota Manado, Peter Eman yang Senin (27/02/2023) kemarin melakukan pemantauan di perumahan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Peter menjelaskan bahwa sesuai arahan Pak Walikota, Andrei Angouw dan Wakil Walikota, dr Richard Sualang untuk lakukan pemantauan serta perbaikan rumah rusak agar cepat ditinggali. “Kami sudah membersihkan beberapa rumah yang telah tertutup semak belukar, sekaligus memperbaiki bagian yang rusak seperti mengganti seng, membuat tangga hingga menjadi pintu dan jendala. Kondisi rumah kami kembalikan dalam keadaan semula ketika waktu pertama kali di serahkan,” terangnya.
Lanjutnya, rumah-rumah yang diperbaiki tersebut khususnya untuk korban bencana Kelurahan Mahawu agar mereka bisa langsung menempati. “Warga Mahawu yang terkena program pelebaran anak sungai Mahawu telah memiliki rumah di relokasi Pandu, namun karena tidak ditinggali, sehingga ada beberapa rumah yang agak rusak. Namun kali ini sudah bisa ditempati,” ucap Peter.
Ia menambahkan bahwa berbagai fasilitas pendukung juga turut diperbaiki seperti air bersih, jalan dan listrik agar semua fasilitas di relokasi Pandu bisa di maksimalkan sehingga warga bisa tinggal dengan nyaman. “Relokasi Pandu sudah siap untuk ditempati warga Mahawu,” pungkas Peter.(***)















