Konferwil XIII GP Ansor Sulut
MULYADI Paputungan sah terpilih memimpin Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara periode 2025-2029.
Mul, sapaan akrab pemuda 41 tahun lalu ini, terpilih secara aklamasi dalam konferwil XIII di Kotamobagu, Kamis malam (17/04/2025).
“Ke depan, saya akan berupaya membawa Ansor lebih baik lagi,” kata Mul dalam pemaparannya.
Di bawah kepemimpinan Yusra sebelumnya, Ansor telah berubah lebih baik dalam banyak hal. Karenanya, apa yang sudah dibuat akan terus dikembangkan.
Putra kelahiran Bolmong ini berupaya ekspansif dalam memperkuat jejaring kepengurusan Ansor sampai ke tingkat ranting, dan melahirkan kader kader terbaik untuk persiapan mengisi formas formasi politik dan pemerintahan ke depan.
Program yang juga menjadi titik perhatiannya adalah mempersiapkan kegiatan entrepreneurship budaya proposal dalam setiap kegiatan Ansor, bisa dihilangkan secara perlahan.
Mul menggantikan
Yusra yang telah memimpin Ansor dua periode sejak 2016.
Saat ini Yusra telah duduk di kursi Bupati Bolmong setelah terpilih dalam pelaksanaan pilkada tahun lalu.
Sebelum jadi bupati, Yusra tercatat sebagai Anggota DPRD terpilih dari PKB dapil Bolmong Raya.
Karena ikut dalam kontestasi pilkada, Yusra mengundurkan diri.
Mul yang berada di posisi suara terbanyak kedua, kemudian dilantik sebagai PAW menggantikan.
Karena itu juga peralihan kepemimpinan di GP ansor berlangsung adem. Dipastikan program program ansor ke depan akan lebih dinamis dengan dukungan penuh ketum lama.
Apalagi, keduanya juga sama sama menahkodai Partai PKB Sulut. Mul duduk sebagai bendahara, sementara Yusra ketuanya.
Hubungan yang harmonis antara Ketua Umum GP Ansor yang baru terpilih dan Ketua Umum Ansor periode sebelumnya, menjadi modal kuat bagi Ansor dan PKB dalan kiprahnya ke depan.
Mul dan Yusra sudah menjalin pertemanan jauh sebelumnya. Alumni Unsrat yang sering dipanggil dengan sebutan Papa Afzal ini mengawali karir sebagai karyawan Manado Post beberapa waktu setelah dia menyelesaikan kuliahnya.
Tak cukup dua tahun, karirnya terus menanjak. Ia dipercayakan sebagai manajer advertising di salah satu koran Manado Post Group.
Produktif sejak muda, Mul selalu keluar dari zona nyaman untuk mencari tantangan baru. Ia kemudian mengambil sikap untuk resign dan memulai menekuni dunia bisnis
Mapan dalam dunia bisnis, ia kemudian didorong maju dalam kontestasi pemilihan calon legislatif untuk DPRD Kotamobagu.
Ia pun untuk pertama kalinya terpilih sebagai anggota dewan di DPRD Kota Kotamobagu pada tahun 2O14, saat usianya memasuki 30 tahun.
Mul melenggang ke dewan melalui Partai Demokrat. Di partai itu, dirinya sempat jadi pengurus DPC Kotamobagu.
Meski namanya makin berkibar dan didorong untuk maju lagi sebagai caleg pada periode berikutnya (2019), Mul memilih istirahat sejenak.
Di tahun 2019, ia justru mendorong kerabatnya untuk maju menjadi caleg.
Dalam rehat ini, ia memanfaatkan rentang waktu itu mengembangkan bisnis sebagai developer.
Ia kemudian mengalihkan kemudi politiknya ke PKB, bergabung dengan Yusra.
Dirinya dipercayakan mengendalikan posisi bendahara di partai tersebut.
Sebelum berlabuh di PKB, alumni Fisip Unsrat ini sempat diajak bergabung di Partai Gerindra Sulut.
Dan, tahun 2024 lalu, Yusra dan Mul, sepakat maju menjadi caleg DPRD dari dapil Bolmong.
Keduanya sepakat dan komitmen untuk berjuang merebut kursi, dan siap saling mendukung siapa pun yang nantinya terpilih.
Dalam line up diisi 10 figur, partai PKB meraih total 43.008 suara. Angka ini menjadikan partai PKB meraih kursi ketiga dari 10 kuota kursi yang tersedia.
Yusra sendiri meraih lebih dari 16.000 ribu suara, sementara perolehan suara Mul, ada di angka 15.000 lebih suara.
Secara otomatis, Yusra ditetapkan duduk di kursi DPRD untuk periode kedua
Mul dengan legowo menerima kenyataan kalah dalam meraih perolehan suara.
Dengan komitmen yang sudah terbangun, Mul tetap men support sepenuhnya pada Yusra.
Yang terjadi kemudian, Yusra menyatakan sikap maju sebagai calon 01 Bolmong, sehingga dirinya tak jadi dilantik sebagai anggota DPRD Sulut.
Sikap Yusra ini dianggap sebagian orang sebagai langkah berani. Karena selain “lawannya” adalah penjabat Bupati Bolmong, –sebelum mencalonkan diri di Pilkada–, juga didukung penuh Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey yang ketika itu adalah Gubernur Sulut.
Namun Hasilnya, peruntungan ternyata berpihak ke Yusra. Dan Mul pun secara otomatis diangkat jadi PAW.
Lelaki low profile itu kini kembali menggantikan Yusra pada kursi kepemimpinan GP Ansor.
Ini sebuah Gambaran cerita persahabatan yang tulus dan iklas dalam melakukan perjuangan bersama. Selamat, dan insha Allah keduanya amanah
Penulis: Tauhid Arief, pemerhati politik















