Sekot Micler Tanamkan Benih Kerukunan ke Pemuda Lintas Agama  

MANADO–  Bicara kerukunan dan toleransi, nama Kota Manado dikenal di mana mana. Supaya terawat dan berlangsung terus menerus, Pemerintah Kota Manado melakukan upaya mewariskan kerukunan dan toleransi ke anak muda .

Terkait dengan itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Manado mengundang para pemuda lintas agama  pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Para generasi mileneal dibekali pemahaman dari Sekretaris Kota, Dr Micler Lakat. Doktor hukum Unima ini menguraikan poin-poin penting  guna merawat kerukunan beragama di Kota Manado. “Kota Manado sendiri terdiri dari banyak suku, etnis, budaya, dan agama. Namun, kita bisa lihat sekarang ini, semuanya rukun dan damai, jauh dari kata intoleransi. Bahkan, Kota Manado masuk 5 besar kota paling toleransi di Indonesia,” ujar Micler.

Micler juga menjelaskan kepada puluhan pemuda dari berbagai agama dan aliran tentang visi dan misi dari Wali kota, Andrei Angouw dan Wakil Wali kota, dr. Richard Sualang, yang sejalan dengan mensukseskan konsep bertoleransi.

“Visi Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota adalah Manado Maju dan Sejahtera, dan sebagai turunannya adalah kerukunan antar semua pemeluk agama di Kota Manado. Kalau tidak rukun pasti tidak akan sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Manado saat ini. Tugas kita adalah menjalankan serta mensukseskan visi dan misi dari Walikota dan Wakil Walikota,” jelasnya.

Sementara Kepala Kesbangpol Kota Manado, Meiske Conny Lantu SE menambahkan, dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan kepada generasi muda dapat mengembangkan diri dalam bermasyarakat dan beragama. “Lewat kegiatan ini, diharapkan para generasi muda dapat mengembangkan diri dan belajar berpikir maju dan terbuka, serta memiliki etos kerja yang baik, disiplin waktu dan menjaga pola hidup teratur,” akunya.

Meiske jug mengajak para generasi muda harus memiliki perencanaan ke depan. “Itu merupakan bekal hidup kita. Karena, hal baik yang dapat kita wariskan adalah hikmat kebijaksanaan dalam membangun kemerdekaan berpikir, membentuk karakter dan jati diri,” tutup wanita enerjik dan murah senyum ini.(saleh)

 

 

Pos terkait