Speedboat Benny Laos Meledak, 5 Menit Setelah Wakapolres Taliabu Turun, Begini Katanya ke Kru Kapal 

TALIABU- Insiden maut speedboat milik Benny Laos, calon gubernur Maluku Utara Sabtu siang (12/10) Pelabuhan Regional Bobong, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara,  mengejutkan banyak orang. 

Akibat mapalapetaka siang bolong Benny Laos tewas bersama lima orang, termasuk petinggi partai.  

Bacaan Lainnya

Saat peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.05 WIT, Benny dan sejumlah orang sudah berada di dalam kapal. Menurut rencana, Benny dan rombongan hendak menuju ke Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, untuk melakukan kampanye. Sebelumnya, sejak Jumat (11/10/2024), rombongan Benny berada di wilayah Taliabu untuk berkampanye. 

”Kapal yang terbuat dari bahan fiber membuat api merembet dengan cepat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate Fathur Rahman. 

Benny sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong. Direktur RSUD Bobong Cecilia Octavia Mbotengu menjelaskan, tim dokter sudah berupaya menolong Benny. Namun, kondisi yang kian kritis membuat nyawanya tidak terselamatkan. 

 Benny, salah satunya ialah kehabisan napas akibat tenggelam. Almarhum juga terkena luka bakar di beberapa bagian serta mengalami patah tulang. 

”Kami terus memberikan pertolongan sebaik mungkin. Namun, pukul 17.20 WIT tadi dokter menyatakan Pak Benny Laos meninggal dunia,” ucap Cecilia dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2024). 

 Selain Benny, terdapat lima korban meninggal lainnya, termasuk anggota DPRD Maluku Utara dari Partai Demokrat, Ester Tantri, dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Maluku Utara Mubin Wahid. 

Korban lainnya adalah seorang polisi dari Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Hamdani Buamonabot. Adapun dua korban lain bernama Nasrun dan Mahsudin Ode Muisi. 

Selain korban meninggal, ada sejumlah orang yang mengalami luka-luka sehingga harus dirawat di RSUD Bobong. Beberapa korban luka itu diketahui bernama Amir, Ajam, Irsan, Sance, Dian Jurak, Faisal, Susianto, dan Mariana Meskopa. 

 Sebelum kejadian, Wakil Kepala Polres Pulau Taliabu Komisaris Sirajudin sempat masuk ke kapal. Sirajudin bersama dengan perwakilan Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Pulau Taliabu masuk untuk mengecek kondisi Benny Laos dan rombongan. 

Saat itu, kru kapal cepat sedang mengisi BBM. Sirajudin pun mengingatkan kru untuk berhati-hati karena pengisian BBM dilakukan saat mesin dan sejumlah perangkat elektronik di dalam kapal, seperti kompor listrik, pendingin ruangan, dan genset, masih menyala. 

Sekitar lima menit setelah Sirajudin turun dan kembali ke kantor kepolisian, kapal meledak dan terbakar. ”Wakapolres mengingatkan kru agar berhati-hati. Kru diimbau tidak mengisi bahan bakar ketika mesin menyala. Lima menit setelah Wakapolres kembali, kapal meledak,” ucap Totok. 

 Hingga Minggu (13/10/2024), sebanyak sembilan saksi telah diperiksa terkait dengan peristiwa tersebut. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara Komisaris Besar Asri Effendy mengatakan, para saksi itu merupakan orang-orang yang berada di tempat kejadian perkara, mulai dari kru kapal, warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, hingga para korban yang luka ringan atau selamat. 

Untuk membantu penyelidikan, tiga personel dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri juga akan dikirim ke lokasi kejadian. Selain itu, terdapat tiga personel tambahan dari Laboratorium Forensik Polda Sulawesi Utara yang bakal membantu proses investigasi.(kompas) 

Pos terkait