Kepada yang mulia; Ketua Umum MP MUI SULUT. Wakil Ketua Umum MUI SULUT dan Sekretaris Umum MUI SULUT
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
Allah SWT berfirman :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”. (QS. Al-Fathir: 28)
Rasulullah Saww bersabda :
لَمَوْتُ قَبيْلَة أَيْسَرُ مِنْ مَوتِ عَالِمِ
“Sungguh demi Allah, matinya satu kabilah masih lebih ringan daripada matinya seorang ulama”. (HR. Abu Darda; HR. At-Thabrany dan Ibnu Abdil Bar)
يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لا يَبْقَى مِنَ الإِسْلامِ إِلا اسْمُهُ , وَلا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلا رَسْمُهُ , مَسَاجِدُهُمْ يَوْمَئِذٍ عَامِرَةٌ , وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى , عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ , مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ , وَفِيهِمْ تَعُودُ
“Akan datang suatu Zaman pada manusia, di mana pada waktu itu tidak tinggal Islam kecuali namanya saja, Dan tidak tinggal Al-Quran melainkan tulisannya saja, Masjid-masjid dibangun megah namun kosong dari petunjuk, Dan ulama mereka adalah makhluk yang terjelek yang berada di kolong langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan (sungguh, fitnah) itu akan kembali kepada mereka.” [HR. Al-Baihaqi]
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata :
Aku khawatir dengan suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak terbekas dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman.
Ada lidah fasih tapi berhati lalai. Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah namun mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagai sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat. Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum namun hatinya mengumpat.
Ada yang berlisan bijak namun tak memberi teladan. Ada pezina yang tampil menjadi figur. Ada yang punya ilmu tapi tak paham.
Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi. Ada yang bodoh tapi tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak. Ada yang berakhlak tapi tak bertuhan. Lalu, diantara semua itu, dimana kah kita berada….? “
Alhamdulillah wa syukran Lillah atas pelantikan dan pengukuhan Pengurus MUI SULUT yang baru untuk masa Pelayanan sebagai Khadimul Ummah (pelayan/pembantu Ummat) periode 2025-2030.
Dengan telah dikukuhkannya mereka-mereka yang dianggap terbaik sebagai “ulama” makadengan sendirinya Ummat menaruh harapan besar kedepannya; bahwa reposisi ulama akan menemukan kembali wilayah dan wajah kesuciannya dalam perjalanan pengabdiannya yang setara dengan Umara sebagai pelayan ummat serta warisatun Nubuah.
Pelantikan yang sukses apalagi dilaksanakan di salah satu hotel termegah di Kota Manado menambah prestige MUI sebagai organisasi yang mapan, meski kemudian bagaikan langit malam bertabur bintang tapi rembulan tak menampakkan wajahnya.
Pelantikan yang tidak dihadiri Gubernur Sulut YSK dan tidak satupun pejabat Pemprov Sulut yang kemudian dikritik tajam oleh mantan ketua MUI Sulut sebagaimana pemberitaan media Pelantikan MUI Sulut Tak Digubris Pemprov Sulut, Kiai Wahab Kritik Kurang Perhatian Gubernur https://a-times.id/pelantikan-mui-sulut-tak-digubris-pemprov-sulut-kiai-wahab-kritik-kurang-perhatian-gubernur/
Meskipun kami mengkritisi awalnya, tapi kami menilai sesuatu yang bagus juga dengan ketidakhadiran Gubernur Sulut pada acara pengukuhan MUI, sebagai pertanda bahwa sebagai Umara beliau memposisikan dirinya sebagai saudara bagi ulama, yang kelak bukan sekedar hadiri acara-acara seremonial para ulama, tapi akan mendatangi ulama untuk meminta nasehat.
Karena sebelumnya pernah ternodai dengan loncatan-loncatan tupai para oknum ulama. Yang dengannya posisi ulama bukan sebagai mitra strategis semata tapi menjadi tempat meminta dukungan atau bahkan fatwa demi terselenggaranya pemerintahan yang good government dan good governance. Tapi kemudian ternyata masih saja ada usaha untuk kembali seperti sebelumnya sebagaimanainformasi :
https://www.facebook.com/tribun.manado/videos/896064013042844/?mibextid=Nif5oz bahwa bapak Abdul Wahab Abd Gafur Lc diundang Gubernur YSK untuk klarifikasi ketidakhadiran pemerintah pada acara dimaksud.
Pertanyaan mendasar kemudian kapasitas apa bapak Abdul Wahhabbertemu Gubernur Sulut…???? Bukankah ada Ketua umum dan wakil ketua umum dan Sekretaris umum yang lebih representatif untuk bertemu Gubernur YSKitupun harus memakai mekanisme akhlaki dalam sistem organisasi MUI.
Loncatan yang terjadi kembali ini bagi kami sangat memalukan, apatah lagi mendapat banyak kritikan dari tokoh-tokoh muslim Manado salah satunya mantan Ketua Wilayah GP. ANSOR Sulut dan Mantan Sekretaris MUI Sulut Hi. Amin Lasena dalam Amin Lasena Penyampaian Kyai Wahab Bukan Representasi MUI Sulut Lagi – https://manado.pikiran-rakyat.com/sulut/pr-23610010916/amin-lasena-penyampaian-kyai-wahab-bukan-representasi-mui-sulut-lagi
Dan sekiranya juga, jika dianggap penting untuk bertemu dengan gubernur, sebagai sebuah upaya tabayyun, maka yang lebih layak (selain Ketum dan Sekum) adalah Ketua dan Sekretaris KOMISI INFORMASI MUI. Sepertinya bapak Abdul Wahhab sedang mengalami post power sindrom, sehingga masih merasa sebagai ketua MUI Sulut dan merasa lebih layak menemui Gubernur YSK.
Kejadian tersebut tidak boleh dianggap remeh karena menodai marwah MUI sebagai organisasi keagamaan, Sebagai Khadimul Ummah (Pelayan Ummat); bukan sebagai Khadimul nafsi (Pelayan nafsu) atau Khadimul umara(Pelayan pemerintah). Atas dasar itulah maka kami dengantegas menyatakan :
Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan, sebagai bentuk kepedulian kami atas kebaikan kita bersama. Kepada Allah SWT kami memohonkan ampunan serta kebaikan dan petunjuk.
اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَࣖ
Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2 : 147).(*)
Wassalamu Alaikum warahmatullahi wa barakatuh
IManado, 16 Februari 2026
Yang Mencintai Ulama:
Andi Muhammad Nur
Ketua eLPERISAI














