Tim RISKI Sangsi Terhadap Hasil Swab Test yang Dikeluarkan RSUD Pobundayan?

RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu

harimanado.com,BOLSEL—-Tim bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati (wabup) Bolsel Riston Mokoagow bersama Selvia Van Gobel (RISKI), mengaku akan melakukan pembuktian banding terhadap hasil swab test kandidatnya.

Hasil swab test yang dikeluarkan pihak RSUD Pobundayan, Kota Kotamobagu, prosesnya dinilai terlalu singkat. 

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Partai Nasdem Bolsel, Muhammad Paputungan, selaku partai pengusung RISKI, yang ikut mewakili pasangan calonnya mendaftar di KPU Bolsel pada Sabtu (5/9), akhir pekan lalu.

“Apapun hasil pemeriksaan kami hormati. Tapi, Human Error juga tak boleh diabaikan. Upaya akan tetap dilaksanakan. Termasuk pembuktian banding atas proses pemeriksaan Bapaslon,” ungkapnya, dalam konfrensi pers yang digelar di Kantor KPU Bolsel, belum lama ini.

Salah satu alasan mereka, proses swab test hanya berlangsung 45 menit. Menurut mereka itu terlalu singkat dari biasanya yang mereka ketahui.
Hal senada turut dikemukakan Selvia Van Gobel. 

“Saya diambil darah di RSUD Pobundayan. saya dinyatakan positif. Yang membuat saya heran, kenapa hasil swab testnya keluar cepat, hanya sekira 45 menit saja,” akunya yang dikonfirmasi via ponsel, baru-baru ini.

Sementara menurut yang ia ketahui, biasanya hasil swab berproses selama satu atau dua hari, bahkan satu minggu, baru kemudian keluar hasilnya. 

“Tapi, kemungkinan ada alat baru atau apa. Saya juga tidak terlalu mengerti mengenai hal tersebut,” sahutnya.

Kendati demikian, Selvia mengaku tetap mengikuti protokol kesehatan. Ia pun mengaku saat ini ia sedang menjalani isolasi mandiri di kediamannya, di Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki.

“Alhamdulillah, keadaan saya sehat wal afiat. Namun karena dinyatakan positif, mau tidak mau harus menjalani proses karantina. Selama karantina saya tetap disiplin menjalani protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, ia akan menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari, terhitung sejak pengambilan (sampel) darah di RSUD Pobundayan, Kamis (3/9) lalu. 

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Kotamobagu dr Tanti Korompot, mengatakan, tidak masalah jika pasien meragukan hasil swab test yang dikeluarkan pihak medis.

“Sah-sah saja. Kalau pasien ragu itu hak mereka.
Tapi, sejauh ini hasil swab test belum pernah salah. Hasilnya pun sudah lebih cepat, 20 sampai 45 menit saja. Dulu lama karena hanya tersedia di Manado. Sekarang kita di Kotamobagu sudah punya PCR (polymerase chain reaction) swab sendiri,” jelas dr Tanti, via ponselnya, belum lama ini.

Dr Tanti juga mengatakan, satu warga Bolsel sedang menjalani isolasi mandiri di Kotamobagu. “Yang bersangkutan sudah kita kunjungi,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Kota Kotamobagu ini.

Terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bolsel dr Sadly Mokodongan, membenarkan bahwa saat ini ada dua warga Bolsel yang positif terpapar corona dan tengah menjalani isolasi mandiri, satu di Kotamobagu dan satu di Bolsel.

“Kami sudah mengunjungi yang bersangkutan di kediamannya di Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki. Kami juga sudah mewawancarai beliau,” kata dr Sadly. 

Lanjutnya, dengan adanya kasus positif corona di Bolsel, pihaknya kini tengah melakukan ‘tracking’ untuk mendeteksi orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien.(qs) 

Pos terkait