Oleh: Tauhid Arief
(pemerhati ekopol/jurnalis senior)
Harimanado.com- Musyawarah Kota (Muskot) KONI Manado segera digelar pada Rabu, 10 November 2025. Agenda utamanya; pemilihan ketua.
Dua figur akan berjibaku dalam mempengaruhi pemilik suara. Kedua kandidat itu, Richard Sualang (Ketua Perbasi/ Wakil Walikota Manado) dan Calvin Castro (Aktivis LSM).
Sebenarnya ada tiga bakal calon yang akan bertarung. Namun satu pendaftar terakhir, Joseph Kopalit, tidak memasukkan kembali berkas kelengkapan hingga sampai batas terakhir.
Muskot KONI kali ini cukup diperbincangkan. Bahkan Akun Manado review dalam statusnya beberapa hari lalu menulis; Kontestasi Ketua KONI Manado, rasa Pilkada.
Tak berlebihan status seperti itu. Apalagi tahun 2029 menjadi tahun poltik, termasuk Pilkada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota.
Sebagaimana kita ketahui, Richard Sualang, juga adalah Wakil Walikota Manado yang sudah menjabat dua periode mendampingi Walikota Andrei Angouw. Masa kepemimpinan Andrei akan disudahi tahun 2029.
Sementara Richard Sualang yang juga Ketua DPC-PDIP Manado, digadang-gadang akan maju sebagai walikota pada Pilkada nanti.
Richard yang saat ini memegang kendali cabang olahraga (cabor) Perbasi, sangat lah wajar bila merebut kursi Ketua KONI Manado.
Selain bisa menopang pengembangan dan prestasi olahraga di Manado, tentu secara politis, Kursi Ketua KONI bisa dijadikan sumber energi dalam memuluskan tujuan tujuan politik.
Sama halnya dengan Calvin Castro, kandidat Ketua KONI yang telah mempersiapkan diri dengan visi-misi idealnya.
Kehadiran sosok Calvin yang namanya tiba-tiba menyeruak setelah mendaftarkan diri, ikut dibicarakan.
Calvin adalah figur Muda. Sebelumnya ia tak begitu dikenal. Pun kalau tanya ke ‘Om Google’ atau melalui mesin AI, profiling dirinya sangat terbatas.
Berbeda dengan Richard Sualang. Figurnya cukup populer dan familiar.
Memang tak ada aturan melarang bagi siapapun yang mencalonkan diri untuk merebut kursi Ketua KONI, sepanjang semua persyaratan dipenuhi.
Namun sosok Calvin jadi perhatian tersendiri. Itu lantaran sepak terjang dan latar belakangnya bukan dari kalangan pengusaha atau pengurus salah satu cabang olahraga.
Muncul pertanyaan; apakah motivasi Calvin mendaftar sebagai calon Ketua KONI benar benar karena keinginan serius untuk mengabdi dan mengurus persoalan dan prestasi olahraga di Manado?
Keseriusannya boleh dikata muncul tiba-tiba. Baru diketahui publik setelah mendaftarkan diri.
Saat dirinya mendaftar dan mengembalikan kelengkapan berkas gaungnya cukup ‘heboh’ . Calvin ‘dikawal’ oleh para staf khusus (stafsus) gubernur. Ada Novie Mewengkang (koordinator stafsus), Recky Langi (stafsus bidang investasi) dan Cristian Yokung (bidang olahraga), serta sejumlah pengurus Gerindra.
Apakah ini bagian dari ‘show of force’ , untuk sekadar menaikkan ‘rating’ Calvin? Atau secara politis bisa diasumsikan Calvin adalah figur yang sudah mendapat restu Gubernur, sampai para stafsus ” turun gunung”,?
Usai mendaftar, baik Calvin maupun salah satu staf khusus yang mendampinginya, memberi statemen kepada media. Intinya; akan ada sinkronisasi dengan apa yang diinginkan gubernur dalam pengembangan/ peningkatan olahraga bila terpilih nanti. Padahal ini pemilihan KONI Manado, bukan KONI Sulut.
Pernyataan itu munculkan aroma politis yang memancing beragam asumsi dan persepsi.
Aroma politisnya, memang berbeda dengan Richard Sualang. Calvin tentu tak punya keinginan maju di Pilkada Manado 2029. Tapi setidaknya, dengan duduk di kursi KONI Manado, dia bisa menjadi simpul penting untuk menopang figur dari kelompok partai afiliasinya. Katakanlah, misalnya, figur Partai Gerindra dan koalisinya. Calvin sendiri sebelumnya masuk dalam tim pemenangan YSK.
Kalau pun status akun ‘Manado Review’ menulis: “Kontestasi Ketua KONI Manado, rasa Pilkada” tentu bisa dimaklumi dengan adanya sinyal dan asumsi yang ada.
Dalam setiap pemilihan, apapun namanya, masing-masing kandidat tentu memiliki tim “sukses” untuk ikut serta mempengaruhi pemilik suara.
Di atas kertas, tanpa adanya faktor X, figur Richard yang populer dan familiar dengan cabor-cabor pemilik suara, sangat memiliki kans terpilih memimpin KONI Manado.
Namun popularitas dalam setiap pemilihan, terkadang bisa dikalahkan dengan seberapa kuat adanya ‘tekanan’ dari kerja kerja tim sukses.
Sebagai warga Manado yang senang mengikuti perkembangan olahraga, tentu akan menunggu informasi seputar dinamika jalannya Muskot KONI Manado yang diperkirakan bakal berjalan alot
Semoga Muskot KONI berjalan lancar demi kemajuan dan prestasi olahraga Manado. Selamat bermusyawarah, dan congratulation bagi pemenangnya! (tauhid)















