Harimanado.com BITUNG–Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) melaunching secara simbolis 100 ton beras bantuan pemerintah untuk masyarakat yang terdampak bencana sosial khususnya bencana non alam Pandemi Covid-19, bertempat di lobi Kantor Wali Kota Bitung, Selasa (22/9).
MJL dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap daerah mendapatkan bantuan beras sebanyak 100 ton untuk mengantisipasi terjadinya bencana seperti bencana sosial seperti ini.
“Beras ini akan disalurkan lewat pemerintah kecamatan serta kelurahan yang ada. Silahkan para camat serta lurah mengatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota, Kadis Sosial Kota Bitung, Give Mose, mengatakan bahwa setelah dilaunching Wali Kota Max Lomban, jajaran terkait akan segera membagikannya kepada masyarakat mulai hari ini, Rabu (23/9).
“Sesuai ketentuan, yang akan diprioritaskan adalah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, Suspect maupun kontak erat hingga pekerja informal yang tinggal di Zona Merah radius 20 meter.
Selanjutnya adalah penyandang disabilitas,” ujarnya.
Selaras, Camat Kecamatan Matuari Seferson Rumayar, mengatakan untuk kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di kota Bitung ini mendapatkan kuota sebesar 14 ton.
“Sebagaimana aturan, diprioritaskan mereka yang terkonfirmasi positif dan keluarganya serta di sekitar wilayah tersebut yang masuk zona rawan, sisanya diberikan kepada masyarakat penyandang disabilitas dan masyarakat miskin yang ada di zona merah,” ujarnya.
Rumayar menambahkan, untuk data penerima bantuan ini berasal dari kelurahan-kelurahan, dan sesuai arahan pak Wali Kota Bitung, tidak boleh pilih kasih tapi sesuai ketentuan.
“Setiap warga penerima bantuan akan memeperoleh sekira 5,6 kg beras per jiwa. Jadi kurang lebih 2500 jiwa warga Kecamatan Matuari yang akan menerima bantuan ini beras 14 ton ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota MJL saat launching dengan tegas mengingatkanagar pemerintah yang ada di tingkat kecamatan dan kelurahan tidak pilih kasih dalam pembagian dan penyaluran bantuan beras tersebut.
“Saya tidak mau dengar ada oknum pemerintah yang pilih-pilih kasih atau hanya orang dekat yang menerima.
Silahkan musyawarahkan hingga mendapat kata mufakat bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Agar semua yang layak, bisa mendapatkan bantuan ini,” tegas Lomban. (gus)













