Seriusi Kamtibmas, Wali dan Wawali Minta Lurah dan Kaling Kuasai Kondisi Ini, Bila Perlu Ajak Para Tomas dan Toga

Wali Kota Andrei Angouw dan Wawali Manado Richard Sualang usai rakor kamtibmas di aula serbaguna Manado, Senin (14/2)

MANADO- Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Manado rata-rata masih terkendali. Meski demikian, peristiwa Kamtibmas di Manado kapan saja bisa terjadi.

Berdasarkan laporan kasus kamtibmas, Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang mengumpulkan sejumlah pejabat Pemkot Manado, seperti Sekkot Manado Micler CS Lakat, Asisten 1 Pemkot Manado Harry Saptono, Kasat Pol PP, semua camat sampai semua lurah di Aula Serbaguna Pemkot Manado, Senin (14/02-2022).

Bacaan Lainnya

Duet AARS kelihatan membahas sangat serius. Ini terlihat dari kehadiran Polresta Manado dan Kodim Manado. Pimpinan FKUB dan BKSAUA Manado.

Usai laporan pelaksanaan kegiatan dari Asisten I, AA langsung memaparkan data kamtimbas di Manado.

Masalah kamtibmas erat kaitan dengan ekonomi mikro serta iklim investasi yang akan dikembangkan di Kota Manado.

“Ini bisa terlaksana jika kamtibmas dapat dijaga dengan baik,” kata Wali kota sambil memaparkan data kamtibmas di Kota Manado saat ini.

Langkah yang harus dilakukan, kata Bendahara PDIP Sulut mengaktifkan peran kamtimbas di kelurahan dan lingkungan.

Semua lurah dan ketua lingkungan harus lakukan pendataan semua potensi masalah dan siapa saja yang kerap menciptakan masalah. Kebiasaan warga masing-masing setiap malam.

“Bagi lurah dan ketua lingkungan harus menguasai wilayahnya dan harus mengetahui apa yang terjadi di wilayahnya seperti situasi dan kondisi dalam kaitan dengan kamtibmas,” warning Walikota.

Wali kota selanjutnya meminta agar lurah dan ketua lingkungan bisa berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Para lurah  harus menfasilitasi agar masalah kamtibmas bisa selesai secara kekeluargaan di tingkat lingkungan atau kelurahan.

“Jadi hal-hal yang remeh temeh bisa diselesaikan baik tingkat lingkungan atau kelurahan,” harap Wali kota.

Andrei tidak lupa, bahwa peran tokoh agama dan masyaakat amat penting. Pengaruh para tokoh bisa meredam atau mencegah terjadi kamtibmas. Peran mereka akan meredam selisih paham. Juga para aparat kelurahan harus menciptakan komunikasi yang baik di tengah masyarakat. Kalau pola komunikasi baik bisa dijadikan jembatan didalam meredam perselisihan dan masalah kamtibmas.

“Kita harus minta bantuan tokoh-tokoh agama agar terlibat selesaikan perselisihan yang terjadi atau dalam rangka meredam munculnya kamtibmas,”katanya.

Wali kota juga menyampaikan soal identifikasi bagi pemabuk termasuk warga terlibat narkoba. Hal yang akan dikembangkan juga adalah identifikasi lokasi-lokasi rawan kecelakaan untuk mengetahui penyebabnya.

Hal-hal lain yang disampaikan Wali kota adalah Kasie trantib di kelurahan harus diberdayakan dan Pos Kamling dibuat di rumah ketua-ketua lingkungan.

Selesai sambutan dan arahan Walikota, acara dilanjutkan dengan pemaparan baik yang wakili Dandim maupun pemaparan dari Kapolres sehubungan dengan permasalahan Kamtibmas di Kota Manado.

Mewakili Dandim menyampaikan pengalaman di lapangan bersama masyarakat dalam mengantisipasi gejala rawan kamtibmas. Kapolres memaparkan data berbagai kasus kamtibmas di Kota Manado selama memasuki tahun 2022 di setiap kecamatan di Kota Manado.

Selesai pemaparan, acara diakhiri dengan tanya jawab peserta rapat koordinasi.(cw1)

Pos terkait