MANADO- Menjadi kota jasa dan bisnis, hampir semua bank nasional berkantor di Manado. Termasuk di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI). Untuk berkiprah di Manado, bank merger tiga bank syariah butuh kolaborasi dengan Pemerintah Kota Manado.
Harapan managemen BSI Area Manado terjawab. Wali Kota Manado Andrei Angouw (AA)menyambut hangat kehadiran pimpinan BSI Area Manado. Wali Kota menerima pimpinan BSI, Senin (13/12) di ruang kerjanya.
Area Manager BSI Ari Suharso memaparkan produk dan manfaat untuk ekonomi warga Manado. Dia juga menguraikan BSI Area Manado memiliki 19 Cabang.
“Di Sulut ada 5 cabang, sisanya berada di Maluku Utara, Papua dan Papua Barat,” kata Ari bersemangat.
Kehadiran Bank Syariah Indonesia Area Manado bertemu silaturahmi termasuk menyampaikan beberapa program serta perbincangan kondisi perekonomian Syariah di Kota Manado.
Ada beberapa program yang dilakukan termasuk menyampaikan beberapa produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat seperti KUR dan lain-lain. Mereka juga diberi kuota mengelola dana-dana kementerian yang masuk kedaerah.
“Disampaikan juga bahwa nasabah BSI tidak terbatas pada umat muslim tapi juga kepada masyarakat umum non muslim, sebab 70 persen nasabah BSI adalah non muslim,”kata Ari.
Wali kota bertanya ekspansi BSI serta kondisi dan kemampuan keuangan BSI di Sulut. AA juga mempersilahkan kepada pimpinan BSI untuk bisa berkoordinasi dengan SKPD terkait jika ingin menawarkan produk-produk mereka.
“Kami sangat menopang semua kepeningan bisnis perbankan. Sepanjang memberi manfaat untuk warga Manado. Kalau BSI ingin membuat kerja sama atau lingkage silakan tawarkan ke SKPD masing-masing. Saya pada dasarnya mendukung,”katanya.
Hadir dalam pertemuan ini Area Retail Transaction Manager Rosnita Shaleha Masloman, Branch Manager KCP Kairagi Donna Andelya Mikodompit dan Priority Banking Relationship Manager Veronica Kaiupan.(cw01)














