Hidupkan Budaya Hulandalo di Bulan Ramadhan KKIG Sulut Lombakan Tumbilotohe di 50 Titik

Harimanado.com,Manado- Tradisi malam pasang lampu nama lain dari Tumbilotohe hanya ada di bulan suci Ramadhan.

Hanya saja budaya Islam khas Gorontalo ini makin redup oleh modernisme warga Gorontalo di Sulut.

Bacaan Lainnya

Melihat fakta itu, pengurus Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Sulawesi Utara (Sulut) coba menghidupkan budaya yang biasa berlangsung selama tiga malam terakhir bulan Ramadhan.

Ketua DPD KKIG Huyula Dr Hi Ulyas Taha MPd Sulut mengakui tradisi pasang lampu khas Tumbilotohe ini hampir menghilang.

Kebanyakan kaum muslim menggunakan lampu hias listrik apa adanya.

“Festival ini harus diwariskan ke generasi muslim Gorontalo di Sulut. Tumbilotohe tak sekadar simbol ritual, ada makna spiritual di dalamnya,”kata Ulyas yang juga Kakanwil Kemenag Sulut.

Kegiatan yang pertama kali digelar KKIG Sulut diawali dibentuknya panitia pelaksana usai acara Muscab KKIG Bitung pekan lalu.

“Kita akan matangkan agenda terkait kriteria lomba. Proposal sudah disiapkan.”tutur Ketua Panitia Hastin Kasim

KKIG Sulut tahun ini akan melaksanakan Festival Tumbilotohe khusus untuk Kota Manado.

Target peserta 50 titik di  lorong atau gang. Kalau pun lebih akan dibicarakan.

Iika respon bagus, kegiatan akan diperluas sampai di Kota Bitung.

“Kita akan mengelar lomba bertepatan pada malam ke 27 di bulan Ramadhan. Acara pembukaan di Asrama Huyula di Jalan Sudirman depan Hotel Peninsula ,”katanya.

Beberapa kriteria penilaian kata Yusran harus gunakan lampu botol berbahan bakar minyak (minyak tanah atau minyak kelapa).

Kemudian wajib dihias arkus. “Kalau pun akan ditambah lampu listrik boleh saja, tapi tidak masuk penilaian,”katanya.(sal)

 

 

Pos terkait