harimanado.com, Bolsel – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kotamobagu di Dumoga melaksanakan Program Jaksa Masuk Sekolah (JSM). Program rutin setiap tahun ini diisi dengan sosialisasi pengenalan hukum sejak dini kepada generasi muda, khususnya anak-anak sekolah.
Sosialisasi JSM sudah berlangsung sejak Rabu (3/3) di Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim).
Kamis (3/3) kemarin, kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) dengan menyasar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di sana.
Narasumber JSM kali ini adalah Kepala Cabjari Dumoga Evans Sinulingga SH MH.
Cabjar menuturkan, kegiatan JSM merupakan program Kejaksaan untuk memberikan pemahaman hukum bagi generasi muda bangsa, utamanya para siswa-siswi dan sekolah. “Kami juga menginisiatif untuk melaksanakan Program Jaksa Sahabat Guru. Materinya pengenalan hukum kepada kepala sekolah dan perwakilan guru dan disampaikan kepada para siswa – siswi,” kata Evans.
Kegiatan ini turut dihadiri para kepala sekolah, bendahara Bantuan Operasional Siswa (BOS), ketua komite sekolah, perwakilan orang tua dan perwakilan guru, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.
Tidak hanya itu, pada sosialisasi ini juga Evans menjelaskan tentang wewenang Kejaksaan Agung (Kejagung) RI baik pada bidang Pidana, Perdata dan Tata Usaha Negara serta Ketertiban dan Ketentraman Umum. Termasuk soal aspek-aspek hukum pidana yang disebabkan oleh penyalahgunaan anggaran, terutama dana BOS. “Disitu juga kita menyampaikan terkait perlindungan anak, karena sosialisasi ini melibatkan semua sekolah, mulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas),” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bolsel Rante Hattani ketika diminta keterangannya mengatakan, Dinas Pendidikan Bolsel sangat mendukung program JSM ini karena dapat memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan bebas korupsi yang sampai saat di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Bolsel.
“JSM sangat selaras dengan Perbup (Peraturan Bupati) tentang penyelenggaraan pendidikan anti korupsi di satuan pendidikan,” kata Rante.
Di sisi lain, Rante menyampaikan harapannya agar Pandemi Covid-19 segera berakhir. “selain proses pembelajaran sudab bisa kembali seperti sedia kala, supaya kegiatan yang sama juga terus dimaksimalkan di semua sekolah yang ada di tujuh kecamatan se-Bolsek” tutur Rante Hattani.(qs)













