Ingat! Gerakan Senior Beringin Bukan Benci CEP

MANADO– Para sesepuh Partai Golkar Sulut makin serius bertemu.
Setelah kongkow kongkow di Tomohon pekan lalu.
Untuk kedua kali mereka lakukan konsolidasi di Manado, Selasa (30/3).
Entah siapa inisiatornya. Yang  pasti mereka cukup berpengaruh di Golkar.
Pantauan di lokasi, mereka yang hadir mantan Ketua Golkar Sulut Max Lumintang, mantan ketua PG Sulut Stefanus Vreeke Runtu, mantan wali kota Manado Wempie Fredik, dr Daniel Masengi, Pelaksana Ketua Dewan Pertimbangan DPD 1 Golkar Sulut Josh Pati, Syarial Damopoli, Fanny Kaparang, Fredy Waroka, Karel Bangko (Bolmut), Tommy Rawung (Sitaro), Engel Tatibi (Talaud), Sumardia Modeong (Boltim), Yantje Yosepus (Minsel), Sherpa Manembu, Joy Palilingan (Tomohon) Edison Masengi, Alfian Ratu, dan kader senior lainnya.
Pernyataan sangat keras dan tajam dilontarkan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD 1 Golkar Sulut, Syahri Damopolii.
 “Karena saya lihat Golkar saat ini dan terakhir ketika saudara JAK diaktifkan kembali ke Ketua Harian, ini luar biasa. Saya sarankan, pertemuan ini kita tingkatkan. Jangan hanya imbau saja. Sebab itu tak dihiraukan DPD 1. Kita harus bikin “kacau” Golkar di Sulut. Supaya ada perhatian,” seru Damopoli.
Dia mengaku sudah rasakan berada di dalam kepengurusan DPD 1 dibawa pimpinan Christiany E Paruntu (CEP). Yang dia alami, tidak sesuai posisi mereka yang kurang dihargai.

“Kami tak dihargai. Makanya harus ada langkah kongkrit. Golkar ini bukan hanya akan hancur. Mar Golkar sekarang so ancor,” tegas dia. Untuk itu, dia sarankan pertemuan para senior dirangkumkan dan dikirimkan ke DPP. “Karena kita merasa sangat bertanggung jawab terhadap keberadaan saat ini. Harus lebih keras. Kita ada di sini bukan menentang CEP. Tapi ingin menangkan Golkar di pileg dan Pilkada yang akan datang,” ucapnya.

 

Bacaan Lainnya
Mantan Ketua Golkar Sulut,  Stefanus V Runtu (SVR) menjelaskan, pertemuan sesepuh untuk kesekian kalinya karena kecintaan pada Golkar.  “Karena kita semua pernah besarkan Golkar. Kalau makin hari Golkar terpuruk, lama kelamaan bisa jadi partai gurem. Rasanya kita semua tak rela. Makanya kita ingin rebut kejayaan Golkar,” ujarnya.
Memang, menurutnya, ada konsekuensi untuk membangun kebersamaan. Ada yang rasa terpanggil, ada juga yang tidak. “Kita tak akan jatuhkan orang per orang. Namun perlu ada sikap untuk bangun Golkar ke depan. Kami semua tak akan merebut posisi ketua DPD 1. Biarlah orang-orang muda kita berikan kesempatan membawa Golkar. Kita yang senior mendorong mereka. Minimal pemikiran kita didengar. Jadi, apa yang kita lakukan, itu karena cinta Golkar. Tak ada maksud lain. Tapi memang harus ada sikap kalau tidak mau Golkar hancur. Karena kami tak mau Golkar hancur. Namun harus bangkit,” serunya.
Mantan Bupati Minahasa 2 periode ini berharap hasil dari pertemuan para sesepuh itu didengar DPP. “Dan harus ingat bahwa pertemuan ini bukan karena kami suka jadi ketua Golkar. Makanya jangan perlambat demi menjaga kader kita supaya tak pindah partai lain,” sarannya.
Sama halnya disampaikan senior Golkar yakni dr Daniel Masengi. Dahulu, dia tak pernah dengar Golkar kalah. “Tapi sekarang kalah. Ini bukan prihatin lagi. Tapi saya sebagai kader Golkar, merasa sakit hati. Sebagai kader, saya terpanggil mendukung CEP. Meski pun saya tahu dia akan kalah di Pilkada 2020 lalu,” ungkapnya.
Ini, kata dia,  suatu titik untuk bangkit kembali. “Padahal, dulu ketika teriak Golkar, jawabannya pasti menang. Tapi sekarang kalah. Makanya memang perlu koreksi diri mengapa kalah. Karena tak ada persatuan dan kesatuan. Golkar tak pernah kalah. Hanya barusan Tetty yang kalah. Sekarang kader luar biasa. Tapi hasilnya apa? Makanya kita bersatu untuk mengangkat kejayaan Golkar. Boleh beda pendapat, tapi harus sehati sepikir, seirama berjuang agar Golkar menang,” tandasnya.
Rasa prihatin juga datang dari senior Golkar dari Bolmut yakni Karel Bangko. Menurutnya, sudah jelas penyakitnya dimana. “Ketua DPD 1 ini seakan menganggap ini milik pribadi. Dia lupa ini adalah organisasi partai yang punya struktur dimana setiap kebijakan/keputusan harus lewat musyarawah dan mufakat. Saya bicara sesuai kenyataan,” bebernya.
Dia menyarankan agar ditunjuk beberapa orang untuk menghadap DPP.
“Karena kuncinya ada di sana. Kalau bicara kecintaan Golkar, itu sudah masuk di sum-sum. Usul saya, buat format dan alasan harus jelas kemudian dikirim ke DPP. Bagaimana kita akan bersatu kalau Ketua Golkar bicara dengan kami tak pernah. Komunikasi sangat penting di setiap organisasi. Apa lagi di parpol. BMR menang itu karena Sehan Landjar, bukan karena Tetty. Kita tahu itu. Makanya kita satukan dalam evaluasi ini dan konsepkan,” sarannya.
Ada beberapa kesimpulan yang dihasilkan dalam pertemuan sesepuh. Yakni terpanggil bertanggungjawab untuk kehidupan dan keberlanjutan Partai Golkar. Kedua, perlu segera dilakukan konsolidasi menyeluruh. Mulai dari kabupaten/kota sampai provinsi. Konsolidasi artinya menata kembali kehidupan organisasi. Ketiga, karena penataan, sudah saatnya di provinsi ditentukan seorang Plt.

Keempat, tugas Plt adalah lakukan konsolidasi dan musda yang dipercepat agar dalam tiga bulan sudah punya ketua Golkar definitif.

Kelima, semua yang hadir adalah komponen PG, bertekad memenangkan Golkar pada pemilu legislatif dan pilkada tahun 2024. Kelima, semua bertekad menaikkan prestasi perolehan suara, baik pileg maupun pilkada untuk merebut sebanyak-banyaknya kursi. (An1)

Pos terkait